Senin, 25 Jun 2018
radarsolo
icon featured
Nasional

Sudirman Said: Impor Beras Matikan Petani

Selasa, 16 Jan 2018 09:09 | editor : Bayu Wicaksono

Sudirman Said dan Ida Fauziyah bersilaturahmi dengan PWM Jateng.

Sudirman Said dan Ida Fauziyah bersilaturahmi dengan PWM Jateng.

SEMARANG – Bakal calon Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said menegaskan, pemerintah provinsi harus bersikap tegas menolak masuknya beras impor ke wilayahnya. Sebab, itu bukan hanya menyusahkan, tapi mematikan petani.

“Kalau saya gubernur, saya akan larang beras impor masuk Jateng. Karena itu akan mematikan ruang gerak petani Jateng,” tandas Sudirman Said saat bersama bakal calon wakil gubernur Ida Fauziyah silaturahmi dengan pimpinan Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jateng di Semarang, Senin (15/1). 

Pak Dirman, sapaan akrabnya menyampaikan hal itu menyikapi rencana pemeritah melakukan impor beras guna menekan harga beras di pasaran.  Menurut dia, harga beras yang memberatkan masyarakat memang harus segera dicarikan solusinya.

“Tetapi solusinya bukan dengan mendatangkan beras impor. Itu bukan solusi. Itu hanya malas berpikir dan bekerja mencari jalan keluar,” tandasnya.

Menurut dia, mengimpor beras sama dengan mematikan peluang para petani memproduksi beras. Petani selalu menjadi korban permainan para saudagar.  “Pemerintah harus turun tangan, kalau tidak mampu membantu meringankan, sekurang-kurangnya tidak menambah beban para petani. Impor beras itu menambah beban petani,” jelasnya.

Sudirman mengungkapkan, angka-angka yang dipelajarinya selama ini Provinsi Jateng mampu mencukupi kebutuhan beras sendiri. Dia menilai ada miss match antara beras yang dibutuhkan masyarakat dengan stok bulog.

“Stok di Bulog kuallitas berasnya juga harus disegarkan, harus dicek dan diperbaiki agar sesuai kebutuhan masyarakat, sehingga masyarakat mau membeli beras Bulog. Selera masyarakat meningkat, sementara stok beras yang ada kualitasnya rendah,” urainya.

Salah satu program kerja Pak Dirman jika terpilih sebagai gubernur Jateng adalah memuliakan petani. Dengan melindungi petani maka Jateng akan selalu dapat memenuhi kebutuhan pangannya secara swasembada.

(rs/bay/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia