Minggu, 24 Jun 2018
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Banyak IKM Belum Manfaatkan Fasilitas KITE

Kamis, 08 Feb 2018 19:35 | editor : Bayu Wicaksono

FGD Implementasi KITE untuk IKM di Alila Solo Hotel.

FGD Implementasi KITE untuk IKM di Alila Solo Hotel. (SERAFICA GISCHA PRAMESWARI/RADAR SOLO)

SOLO – Kementrian Perindustrian (Kemenperin) mengevaluasi implementasi fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) bagi Industri Kecil Menengah (IKM) yang sudah berjalan setahun ini. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Bea Cukai, Kementrian Keuangan (Kemenkeu), fasilitas KITE baru dimanfaatkan 42 IKM. Padahal total di seluruh Indonesia berdiri 4,6 juta IKM.

Direktur Jenderal IKM, Kemenperin, Gati Wibawaningsih mengatakan, kurangnya sosialisasi menjadi faktor utama rendahnya peserta IKM yang menggunakan KITE. Sehingga pihaknya berupaya mengajak pemerintah daerah bersama-sama menyosialisasikan fasilitas KITE kepada IKM. Agar pemanfaatan KITE lebih maksimal dan dirasakan semua pelaku IKM.

”Pemanfaatan oleh 42 IKM ini patut disyukuri. Namun juga menjadi catatan bagi kami, bahwa fasilitas KITE IKM semestinya dapat lebih dimanfaatkan secara masif,” kata Gati kepada Jawa Pos Radar Solo usai FGD Implementasi KITE untuk IKM di Alila Solo Hotel, Kamis (8/2).

Gati menargetkan sedikitnya 400 dari 30 ribu IKM menengah bisa memanfaatkan KITE di 2018. Hal ini dikarenakan fasilitas dana yang disiapkan lembaga Pembiayaan Ekspor Impor (LPEI) senilai Rp 1 triliun. Sehingga pihaknya terus mendorong agar para IKM bisa memanfaatkan fasilitas ini untuk kepentingan ekspor.

”Kendala lainnya adalah masalah larangan terbatas yang kebijakannya dibuat Kementerian Perdagangan. IKM mau ekspor, tapi kalau masuk kategori larangan terbatas ya percuma. Harapannya ada solusi,” beber Gati.

(rs/gis/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia