Minggu, 24 Jun 2018
radarsolo
icon featured
Sragen

Kondisi Pasar Darurat Sumberlawang Memprihatinkan

Sabtu, 10 Feb 2018 08:55 | editor : Bayu Wicaksono

Kondisi pasar darurat di Lapangan Ngandul, Sumberlawang becek.

Kondisi pasar darurat di Lapangan Ngandul, Sumberlawang becek. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SRAGEN)

SRAGEN – Pedagang Pasar Sumberlawang mengeluhkan kondisi pasar darurat di Lapangan Ngandul. Selain becek, lingkungan pasar tidak sehat. Akibatnya, pedagang mulai  terserang kutu air dan gatal-gatal pada kulit.

Pantaun Jawa Pos Radar Solo, kondisi pasar memang memprihatinkan. Para pedagang ingin segera kembali ke tempat bangunan permanen yang saat ini masih direnovasi.

Pedagang pakaian Yanti, 35, warga Desa Mojopuro, Kecamatan Sumberlawang, mengakui kondisi pasar becek seperti sawah. ”Kalau hujan seperti ini, jadi banjir dan berlumpur seperti sawah. Bahkan sampai-sampai kios tidak bisa dibuka karena berlumpur,” terangnya.

Meski kondisi tidak nyaman, sebagian pedagang nekat berjualan. Akibatnya jumlah pembeli pun turun drastis. ”Setiap habis turun hujan pada sore hari, pasti semua pedagang sangat mengeluh. Selain becek dan berlumpur, pedagang setiap habis hujan deras mereka harus memakai sepatu boots,” ujarnya.

Karena kondisi pasar yang buruk, tidak jarang ada pedagang terkena penyakit kutu air pada kaki dan sela-sela jari kaki. ”Para pedagang harus memakai sepatu kayak gini, karena becek dan kaki kami sering terkena gatal-gatal kutu air,” keluhnya.

(rs/din/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia