Sabtu, 26 May 2018
radarsolo
icon featured
Nasional

Kisah Pratiwi, Gadis Cantik Penjual Jamu Usianya masih di Bawah Umur

Sabtu, 10 Feb 2018 11:14 | editor : Bayu Wicaksono

Demi masa depannya, Pratiwi rela berjualan jamu gendong.

Demi masa depannya, Pratiwi rela berjualan jamu gendong. (Istimewa)

RADAR SOLO - Gadis penjual jamu di Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat mendadak viral di media sosial. Pasalnya, gadis asal Desa Conto, Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri ini berparas cantik menawan.

Salah satu akun instagram dagelan_jowo memposting foto penjual jamu tersebut dengan caption "meriango koyo ngopo yen bakule koyo ngene yo langsung sehat" diikuti dengan foto gadis penjual jamu gendong yang tersenyum manis. Ratusan komentar warganet pun menghiasi postingan di akun tersebut.

Dari penelusuran Jawa Pos Radar Solo, gadis penjual jamu gendong itu bernama Pratiwi Safarina, 16, warga Desa Conto, Kecamatan Bulukerto. Tamatan SMP N 3 Bulukerto ini baru enam bulan menggeluti usaha jamu gendong. 

"Lulus SMP 2016, saya ikut orang tua merantau di Bogor. Jualan jamu baru 6 bulan ini sejak Agustus," kata Tiwi panggilan akrabnya ini melalui pesan di Whatsapp, Sabtu (10/2).

Anak kedua pasangan Marimin dan Narni ini mengaku darah penjual jamu mengalir dari ibunya. Jamu-jamu yang dijualnya seperti kunyit, asam dan jamu tradisionalnya dibuatnya sendiri. Selain itu, gadis kelahiran Mei 2001 ini juga membawa jamu tradisional kemasan. 

"Kalau keliling berangkat jam 2 siang, pulang jam setengah 6. Kadang kalau lagi ramai jam setengah 7 baru sampai kost," jelasnya. 

Selama enam bulan menekuni usaha jamu gendong di perantauan, banyak suka duka yang dia alami. Diantaranya kesasar saat naik angkutan kota dan tak jarang selalu digoda oleh para lelaki yang iseng. 

"Ya digoda-goda itu yang harus membuat saya kuat. Awalnya memang takut, sudah mau putus asa. Tapi itu kan godaan orang usaha, akhirnya saya tahan," ungkapnya. 

Tiwi mengaku sudah tidak akan melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Dirinya akan fokus usaha berjualan jamu gendong untuk masa depannya nanti. 

"Tidak sekolah lagi, lha badannya sudah bongsor. Lagian saya akan menikah bulan Juni ini," pungkasnya.

(rs/kwl/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia