Minggu, 24 Jun 2018
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Pemkab Sukoharjo Tolak Perpanjangan Izin Minimarket

Sabtu, 10 Feb 2018 17:04 | editor : Bayu Wicaksono

Petugas dari Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM melayangkan surat peringatan.

Petugas dari Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM melayangkan surat peringatan. (RYANTONO PS/RADAR SOLO)

SUKOHARJO – Penutupan toko modern berjejaring atau minimarket di Sukoharjo terus berlanjut. Saat ini sudah ada 10 minimarket diberi surat peringatan tertulis agar segera menutup operasionalnya. Sebab, izin mereka telah habis dan tidak bisa diperpanjang lagi.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Sukoharjo Sutarmo menjelaskan, sepuluh minimarket tersebut tersebar di enam kecamatan. Semuanya diberi peringatan tertulis agar segera menutup operasionalnya sejak kemarin (9/2). ”Kami ingatkan karena izin sudah habis dan pemkab tidak memperpanjangnya,” paparnya.

Dia mengatakan, peraturan ini sudah tertuang dalam Perda 07 Tahun 2017 tentang  Penataan dan Pembinaan Pasar Rakyat,  Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan. Hal ini dikuatkan dengan Perbup No 06 Tahun 2016 tentang Moratorium Izin Pendirian Minimarket.

Berkaitan dengan penutupan minimarket ini, pihaknya sudah menggelar rapat koordinasi dengan instansi lainnya di lingkup Pemkab Sukoharjo. Rapat tersebut agar semua instansi terkait memiliki pandangan sama. Setelah itu semuanya akan bergerak untuk membina toko-toko tersebut.

Dalam waktu dekat ini akan ditindak minimarket yang sudah habis izinnya. Ada dua tim yang akan bergerak menyisir dan memperingatkan secara langsung pada pengelola toko untuk segera menutup. ”Kami juga akan berikan peringatan langsung nanti,” tutur Sutarmo.

Tim tersebut terdiri dari petugas disdagkop UKM, satpol PP, dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu, DPU PR dan bagian hukum. Sementara titik lokasi 10 minimarket tersebut yakni di Kecamatan Gatak , Baki, Weru, dan Nguter. Masing- masing dua minimarket yang ditutup.

Sementara itu, di Tawangsari dan Mojolaban masing-masing 1 toko minimarket. Berkaitan dengan hal ini, pihaknya tidak akan banyak berkompromi. Untuk menegakkan peraturan, pemilik minimarket juga diminta patuh dengan peraturan daerah. Nantinya, yang memiliki wewenang menutup paksa adalah Satpol PP Sukoharjo.

”Kami akan pantau proses penutupan toko modern ini. Satpol yang memiliki kewenangan tentu akan turun tangan,” tuturnya. 

(rs/yan/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia