Senin, 25 Jun 2018
radarsolo
icon featured
Klaten

Ibu yang Seret Anaknya di Aspal Jalani Observasi Kejiwaan

Sabtu, 10 Feb 2018 19:52 | editor : Bayu Wicaksono

Jalan Paseban, Desa Paseban, Kecamatan Bayat yang dilintasi Santi saat menyeret putrinya.

Jalan Paseban, Desa Paseban, Kecamatan Bayat yang dilintasi Santi saat menyeret putrinya. (ANGGA PURENDRA/RADAR KLATEN)

KLATEN – Ignatia Santi Kusuma, ibu yang tega menyeret anaknya FRK yang baru berusia empat tahun di aspal jalanan Desa Paseban, Kecamatan Bayat, akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Dr RM. Soedjarwadi Klaten. Dia akan menjalani observasi kejiwaan. Pasalnya, berdasarkan keterangan dari sang suami FX Didik Wijanarka, 38, jika istrinya itu mengalami depresi.

“Makanya pelaku kami bawa ke rumah sakit untuk tahap pemeriksaan observasi. Apakah benar sang ibu ini mengalami depresi atau tidak. Kita tunggu hasilnya secepatnya atau Senin mendatang dari dokter ahlinya,” jelas Wakil Kapolres Klaten Kompol Hari Sutanto mewakili Kapolres Klaten AKBP Juli Agung Pramono saat menggelar jumpa pers di Mapolres Klaten, Sabtu (10/2).

Lebih lanjut, Hari mengungkapkan, jika pelaku terbukti dengan sengaja menganiaya anaknya maka proses hukum akan dilanjutkan. Meski begitu, masih diperlukan gelar perkara guna menentukan pasal yang akan menjerat pelaku. Tetapi, saat ini pelaku belum ditahan karena masih menunggu hasil observasi kejiwaan.

Saat ditanyai penyebab depresi yang dialami pelaku, Hari belum memiliki informasi yang pasti terkait hal itu. Termasuk berapa lama pelaku mengalami depresi hingga tega menyeret FRK, 4, anak kandungnya sendiri menggunakan motor. Saat ini pihaknya terus meminta keterangan sejumlah saksi terkait gambaran aktivitas sehari-hari pelaku di rumah.

“Kalau korban sejak kemarin sudah kami dampingi dengan mengirimkan psikater. Kondisi terakhir berdasarkan laporan yang saya terima si anak sudah ceria lagi. Apalagi lukanya tidak parah sehingga bisa menjalani rawat jalan,” ucap Hari.

Saat ini korban, FRK, berada di rumahnya bersama orang tua dan neneknya sambil terus mengobati bagian yang sakit.

(rs/ren/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia