Senin, 25 Jun 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Imlek Eratkan Kekerabatan Warga Keturunan Tionghoa

Senin, 12 Feb 2018 10:14 | editor : Bayu Wicaksono

Sie Tjwan Kiat dan Go Keng Kiauw

Sie Tjwan Kiat dan Go Keng Kiauw

SOLO - Imlek bagi warga keturunan Tionghoa tidak hanya peringatan malam Tahun Baru, atau gemerlap lampu lampion dan pesta kembang api. Lebih dari itu. Ini soal tetap menjaga kekerabatan.

Malam Imlek menjadi paling sakral. Seluruh keluarga berkumpul. Diawali doa bersama dan ditutup dengan santap malam bersama. Hidangan hingga seluruh profesinya memiliki makna.

Pasangan suami istri Sie Tjwan Kiat dan Go Keng Kiauw mengungkapkan, warga Tionghoa memiliki banyak suku. Namun, semuanya saling terkait erat oleh bahasa pemersatu, yakni bahasa Kuo Yu yang muncul sejak abad ke-20.

“Masing-masing suku memiliki tradisi berbeda dalam merayakan Tahun Baru. Yang utama adalah kumpulnya keluarga di tempat saudara paling tua,” jelas Sie Tjwan Kiat, 72.

Sebagai keluarga tertua, kediamannya selalu menjadi tempat berkumpul untuk menggelar tradisi minum teh. Teh-nya didatangkan langsung dari Tiongkok. Cara meminumnya cukup berbeda.

Teh disajkan dalam sebuah mangkuk minum dan diminum dengan cara menyeruput sedikit demi sedikit. “Minum teh ini khas masyarakat Tioghoa. Tidak hanya saat Imlek,” beber Sie Tjwan Kiat.

Saat sembahyang, orang yang paling tua akan memimpin. Diikuti anak, cucu, dan kerabat lainnya. Setelah itu, mereka sungkeman sebagai wujud bakti dan menghargai orang yang lebih tua.

Mereka kemudian duduk melingkar di sebuah meja dengan ukuran yang disesuaikan jumlah kerabat saat santap malam. Sajiannya beragam. Mulai dari manisan, camilan, hingga makanan berat khas Imlek. Namun, yang paling wajib dihidangkan adalah menu mi.

“Duduk melingkar bersama keluarga lambang keeratan antarkeluarga. Menyantap mi diharapkan setiap anggota keluarga berumur panjang serta rezeki yang tak terputus,” ungkapnya.

Untuk urusan hidangan, Go Keng Kiauw-lah yang meracik hingga menyiapkan hingga merajik berbagai menu sajian. Mengingat keluarganya memegang erat tradisi leluhur, menu kaki babi selalu dihidangkan dalam prosesi sembahyangan.

Lainnya adalah olahan tahu, tofu. Tofu memiliki arti banyak rejeki. “Biasanya masak pagi sampai siang, sorenya sembahyang, dan malamnya santap malam bersama. Saya selalu senang karena ini momen untuk bertemu keluarga.

“Keluarga yang jauh-jauh diharapkan menyempatkan hadir setahun sekali untuk berkumpul di tempat orang tua. Kebetulan keluarga yang lebih tua sudah tidak ada. Jadi paman-paman sudah meninggal. Otomatis kita yang jadi jujukan. Kami juga ziarah ke makam leluhur,” urai perempuan 70 tahun itu.

Salah seorang tokoh masyarakat Tionghoa mengamini bahwa Imlek merupakan silaturahmi seluruh kerabat. Meskipun hanya setahun sekali, rasa persaudaraan bisa terus dipupuk.

“Pepatah Tiongkok mengatakan, darah lebih kental dari pada air. Maka jangan heran jika warga Tionghoa ini merupakan etnis paling erat dalam hal kekerabatan,” jelas Sumartono.

Seiring berkembangnya era digital, dia tak menampik bahwa tradisi silaturahmi sedikit mengalami perubahan. Jika dulunya selalu berkunjung ke saudara yang tinggal jauh, bahkan dari luar negeri pulang ke Indonesia, sekarang cukup lewat telepon.

Tapi, Sumartono berharap, tradisi silaturahmi saat Imlek tetap dipertahankan. Sekali pun ada pergeseran zaman, menjaga tali kekerabatan tak boleh hilang.

“Kuncinya satu, kita para orang tua tetap harus menjalankan tradisi ini agar hal bisa dilihat oleh kaum muda. Dengan begitu, mereka bisa meneru dan meneruskan estafet budaya ini,” urainya.

Ketua Panitia Solo Imlek Festival 2018 ini juga mengapresi semangat pluralisme dan tingginya toleransi di Kota Bengawan. Menurutnya, Imlek bukan hanya milik warga Tionghoa, tapi sudah melebur menjadi kebudayaan yang bisa dinikmati dan dirasakan masyarakat secara umum.

“Masyarakat umum saja antusias bahkan senang terlibat dalam kegiatan ini (Festival Imlek 2018). Masa generasi muda Tionghoa-nya tidak ikut tergugah.” Tegasnya.

(rs/ves/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia