Senin, 25 Jun 2018
radarsolo
icon featured
Klaten

Perjanjian Memberatkan, Pedagang TWC Prambanan Sambat 

Senin, 12 Feb 2018 13:57 | editor : Bayu Wicaksono

Pedagang TWC Prambanan menyampaikan keluhan atas kebijakan pengelola kepada anggota DPRD Klaten.

Pedagang TWC Prambanan menyampaikan keluhan atas kebijakan pengelola kepada anggota DPRD Klaten. (BOY ROHMANTO/RADARSOLO)

PRAMBANAN – Ratusan pedagang yang berjualan di Taman Wisata Candi (TWC) Prambanan mengeluhkan kebijakan pengelola tentang perpanjangan sewa menyewa kios. Pedagang menilai kebijakan pengelola memberatkan pedagang yang sudah puluhan tahun mencari nafkah di sekitar Candi Prambanan.

Ketua Asosiasi Paguyuban Pedagang Kios Prambanan Taman Wisata Candi Prambanan Dhedy T. Fakhrur T mengatakan, dalam surat perjanjian sewa menyewa kios,  selama ini pedagang sekaligus sebagai mitra pariwisata tidak pernah diajak musyawarah.  Sehingga kebijakan yang tertera dalam klausul surat perjanjian sewa menyewa banyak yang memberatkan pedagang. 

“Sebaliknya surat perjanjian lebih menguntungkan pihak pertama dalam hal ini pengelola.  Para pedagang di Taman Wisata Candi Prambanan ada yang tidak sepakat dengan isi perjanjian. Secara teknis perjanjian sewa menyewa dilakukan secara sewenang wenang,” ungkapnya. 

Dia menjelaskan, pedagang yang tidak menandatangani surat perjanjian tersebut tidak boleh berdagang dan kios akan dicabut atau disegel.  Pedagang merasa tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan perjanjian.

“Kami langsung disodorkan berkas halaman terakhir disuruh untuk menandatangangi surat perjanjian. Padahal dalam perjanjian ada  perubahan pasal dalam klausul perjajian sewa menyewa. Salah satunya ada denda denda 50 persen apabila terlambat membayar sewa 2 bulan, padahal atauran sebelumnya terlambat 6 bulan denda 10 persen,” imbuhnya.

Aspirasi pedagang sekitar Taman Wisata Candi Prambanan di sampaikan kepada Anggota DPRD Klaten, Budi Raharjo. Dalam pertemuan tersebut pedagang  meminta agar anggota dewan tersebut dapat menyampaikan aspirasi ke pengelola TWC.

“Keresahan yang dirasakan pedagang tentu harus didengar pengelola dalam hal ini TWC Prambanan. Sehingga ada dialog untuk membahas  masalah tersebut. Pedagang yang berjualan di sekitar candi merupakan warga asli Prambanan sehingga harus ditindaklanjuti,” ujar Budi. 

Anggota Komisi III DPRD Klaten ini akan  berusaha untuk menjembatani permasalahan yang dihadapi pedagang TWC Prambanan. Dia akan berkomunikasi dengan pengelola untuk menyampaikan keluhan yang disampaikan pedagang.

(rs/ren/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia