Selasa, 19 Jun 2018
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Kasus Kekerasan Anak di Karanganyar Mendapat Perhatian Anggota DPR

Kamis, 22 Feb 2018 06:40 | editor : Bayu Wicaksono

Anggota DPR RI Endang Maria Astuti berdiskusi dengan pejabat pemkab kemarin.

Anggota DPR RI Endang Maria Astuti berdiskusi dengan pejabat pemkab kemarin. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

KARANGANYAR - Banyaknya kasus kekerasan terhadap anak di Karanganyar yang sebelumnya sempat viral di sejumlah media sosial ikut menjadi perhatian anggota DPR RI Komisi VIII Endang Maria Astuti. Untuk mencegah kasus ini menjalar, maka perlu kerja sama semua pihak.

“Anak memang rentan menjadi korban kekerasan. Apalagi kaum perempuan. Dengan adanya beberapa kejadian tersebut, satuan tugas perlindungan perempuan dan anak (PPA) yang sebelumnya dibentuk harus bekerjasama dengan ormas yang bergerak di bidang PPA, kata Endang di hadapan Sekda Samsi dan sejumlah pejabat pemkab.

Dikatakan Endang, ormas memiliki instrument sampai ke bawah. Dengan motivasi secara simultan, dia berharap peran ormas dalam pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak lebih bisa berjalan.

Sekda Samsi mengungkapkan, pada 2016 lalu, sedikitnya ada 40 kasus kekerasan terhadap anak terjadi di Bumi Intanpari. Dari kasus tersebut, salah satunya adalah kasus penelantaran anak yang dilakukan oleh orang tua anak sendiri.

Samsi berharap bersama dengan anggota DPR RI perlu membangun kesadaran untuk mencegah terjadinya kekerasan. “Kami ingin lindungi hak-hak anak dari segenap tindakan buruk yang dapat merugikan serta menyakiti fisik maupun psikisinya. Kalau pemerintah bersama legislatif membuka akses pengaduan, maka lembaga, dinas, dan ormas tolong bersama-sama melakukan kegiatan agar kejadian kekerasan anak tidak terulang, ujar Samsi.

(rs/rud/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia