Selasa, 19 Jun 2018
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Kejaksaan Agung Gelar Bakti Sosial di Wonogiri

Bantu Operasi Katarak dan Hernia

Jumat, 23 Feb 2018 16:57 | editor : Bayu Wicaksono

Jaksa Agung M Prasetya saat mengunjungi pasien di RSUD Soediran Mangun Soemarso Wonogiri.

Jaksa Agung M Prasetya saat mengunjungi pasien di RSUD Soediran Mangun Soemarso Wonogiri. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

WONOGIRI - Kejaksaan Agung Republik Indonesia gelar bakti sosial di Wonogiri. Diantaranya operasi katarak, hernia dan pterygium. Hal ini menunjukkan bahwa kejaksaan berkontribusi tidak hanya penegakan hukum saja, tapi juga ikut memberikan pencerahan dan pelayanan terhadap masyarakat. 

Jaksa Agung M Prasetya di sela-sela kunjungannya di RSUD Soediran Mangun Soemarso Wonogiri mengatakan bahwa  dipilihnya Wonogiri sebagai lokasi baksos, salah satu diantaranya adalah masih banyaknya masyarakat kurang mampu. 

“Coba bayangkan, satu bola mata (operasi katarak) itu biayanya Rp 10 juta. Kalau dua bola mata kan sudah Rp 20 juta, apa tidak mahal? Kalau warga kurang mampu tidak bisa dijangkau,” ungkap Prasetya, Jumat (23/2).

Prasetya melanjutkan bahwa dalam pantauan mengunjungi pasien  hernia dan katarak yang sudah menjalani operasi mengaku prihatin dengan kondisi bocah balita Ismi, 5 bulan, asal Cilacap yang menderita katarak pada kedua bola matanya dan Rafi, 10, anak penderita hernia.

“Padahal tujuan nasional bangsa kita itu 5W. Yakni wareg, waras, wasis, waskita dan widodo. Dalam pengejahwantahannya wareg berarti tercukupi sandang dan pangan. Waras artinya sehat dalam arti dapat terbebas dari penyakit (katarak dan hernia) sehingga dapat menuju W ketiga, yakni wasis atau dapat berpendidikan lalu W keempat waskita atau waspada yang akan membawa anak-anak nanti pada W kelima yakni widodo atau selamat yang akan membawa hidup sejahtera,” kata Jaksa Agung.

Menurutnya, baksos yang digelar oleh Kejaksaan Agung bukan hanya  di Wonogiri saja. Sebelumnya kegiatan serupa di beberapa kota besar seperti di NTT, Papua, Sukabumi dan Jakarta.

Wakil Bupati Wonogiri Edy Santosa dalam sambutannya mengatakan bahwa antusiasme warga tercermin dari jumlah pendaftar yang melebihi kuota, dan datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Wonogiri. 

“Tidak ada pasien yang ditolak, seluruhnya kami upayakan agar dapat tercover mengikuti tindakan operasi tentunya setelah melalui tahapan skrining secara medis sebagai syarat,” kata Edy. Untuk pasien katarak yang lolos screening 147 orang sampai kemarin, pterygium 56 orang dan hernia 41 orang.

(rs/kwl/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia