Jumat, 22 Jun 2018
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Smartfren Luncurkan Kartu Perdana Zaman Now

Jumat, 23 Feb 2018 17:34 | editor : Bayu Wicaksono

Launching kartu perdana zaman now dan voucher data di Jogja.

Launching kartu perdana zaman now dan voucher data di Jogja. (SMARTFREN FOR RADAR SOLO)

JOGJA – Sempat vakum beberapa saat, Smartfren kini hadir dengan gebrakan baru. Konsumen dapat menikmati layanan internet 4G LTE dengan lebih hebat, hemat, dan cepat. Lewat kartu perdana zaman Now yang bisa didapat seharga Rp 5.000 dan Rp 20 ribu. Serta voucher data super murah Rp 10 ribu, Rp 30 ribu, dan Rp 60 ribu.

Deputy CEO Smartfren, Djoko Tata Ibrahim mengungkapkan, meningkatkannya kebutuhan masyarakat untuk selalu terhubung dan tingginya konsumsi data membuat PT. Smartfren Telecom, Tbk berinovasi dalam hal layanan 4G LTE. Berupa kartu perdana dan voucher data.

Kartu perdana Rp 5.000 menawarkan benefit kuota 100Mb dengan pengisian minimum Rp 10 ribu, telepon gratis ke sesama Smartfren, dan bonus 300Mb dengan mengklaim bonus kuota via MySmartfren. Kartu perdana Rp 20  ribu berisi kuota 5GB, kuota 24 jam sebesar 1GB, kuota malam 3GB, dan bonus kuota 1GB jika melakukan aktivasi klaim di aplikasi MySmartfren.

Sementara untuk voucher data meliputi paket Rp 60 ribu dan total kuota 16GB. Terbagi atas 8GB kuota utama dan 8GB kuota malam, serta kuota unlimited chatting 30 hari. Paket Rp 30 ribu berisi kuota 8GB. Terbagi atas 4GB kuota utama dan 4GB kuota malam, serta kuota unlimited chatting selama 14 hari. Terakhir paket Rp 10 ribu, total kuota 3GB, 1,25GB kuota utama dan 1,75GB kuota malam, serta kuota unlimited chatting selama 7 hari.

”Rangkaian ini merupakan terobosan- terobasan kami di 2018,” kata Djoko dalam konferensi pers di Boshe VVIP Club Jogja, Jumat (23/2). Selain itu, produk ini juga upaya edukasi kepada masyarakat agar lebih loyal dengan nomor yang dibelinya supaya tidak terjadi pemborosan.

”Kami berani jamin, terobosan baru ini bukan produk tipu- tipu seperti program data murah lainnya. Kasihan kalau beli perdana habis buang, habis buang. Selain pemborosan, juga tidak baik,” imbuhnya.

Djoko mengklaim terobosan baru ini sudah melalui riset.”Di kita, 70 persen omzet Smartfren berasal dari paket 60 ribu 13G yang lebih dulu diluncurkan,” tuturnya.

Pihaknya berharap, dengan diluncurkan paket baru ini dapat meningkatkan jumlah pelanggan menjadi 2 kali lipat. ”Nggak usah muluk-muluk, dua saja cukup,” tandasnya.

(rs/gis/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia