Jumat, 22 Jun 2018
radarsolo
icon featured
Lifestyle

4 Tahun, Usia Ideal untuk Belajar Musik

Selasa, 27 Feb 2018 15:48 | editor : Bayu Wicaksono

Salah satu aktivitas di Sekolah Musik Indonesia (SMI) Solo.

Salah satu aktivitas di Sekolah Musik Indonesia (SMI) Solo. (SMI FOR RADAR SOLO)

SOLO - Sudah banyak ahli di dunia yang menyatakan, mendengarkan dan bermain musik mampu memaksimalkan kinerja otak dan meningkatkan kecerdasan anak. Namun, banyak pula orang tua yang merasa pesimistis jika anak mereka tak punya bakat dalam bermusik.

Education & Consuling Coordinator Sekolah Musik Indonesia (SMI) Maria Herlina Limyati mengungkapkan, bakat bukanlah takdir. Anak punya potensi dan itu perlu diasah serta dikembangkan. Begitu pula dalam bermusik.

”Ada yang memang bisa cepat ketahuan kalau anak itu punya potensi besar di bidang musik. Namun, ada pula yang perlu melalui proses. Artinya, potensi itu perlu dikembangkan sesuai jalurnya,” ujar Maria.

Dalam bermusik misalnya, potensi itu bisa dikembangkan melalui sekolah musik. Lalu, kapan anak bisa mulai belajar musik? Menurut Maria, idealnya bisa dimulai dari usia 4 tahun. Pada usia ini, anak belajar mulai dari dasar.     

”Seperti di SMI, kami memberi pendidikan juga mulai dasar. Ya seperti mulai dari Paud, tapi ini Paud musik. Anak belajar dari ketukan, nada dan not dasar,” terang Maria.

Setelah itu, anak akan berproses, seperti memilih dan mendalami alat musik, mengikuti private class, group class, hingga akhirnya bisa performance atau tampil, baik secara individu maupun kelompok. Bahkan, di SMI juga ada multimedia technologi lab, di mana anak bisa belajar tentang produksi.

Untuk orang dewasa maupun orang tua, kata Maria, juga tidak ada kata terlambat jika ingin belajar musik. Ada hobby class, instrument lab, dan program lainnya yang bisa diikuti.

”Banyak program dan kelas yang bisa diikuti, tergantung minat anak di mana. Kami juga rutin mengadakan evaluasi, mulai enam bulan sekali, ya seperti mid semester. Kami libatkan orang tua. Lalu, juga rutin gelar performance,” papar Maria.

Lebih lanjut Maria menjelaskan, belajar musik jangan dianggap agar anak bisa main musik saja. Lebih dari itu, dalam proses belajar, anak juga belajar tentang softskill, persistensi, latihan fokus, tanggung jawab, dan disiplin. ”Maka dari itu, biasanya kalau anak bagus di musik, dia juga punya prestasi akademik bagus,” pungkas Maria.

(rs/bay/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia