Jumat, 22 Jun 2018
radarsolo
icon featured
Features
Kisah di Balik Hapus Tato Tubuh

Ada yang Trauma Dicerai Suami, Ada Juga yang Takut Ditiru Anak

Senin, 12 Mar 2018 08:21 | editor : Fery Ardy Susanto

Proses mentato di sebuah gerai di Kota Solo

Proses mentato di sebuah gerai di Kota Solo (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

SENI tato berkembang pesat dengan begitu banyak prosedur dan aturan yang dipersyaratkan. Namun, tak sedikit pula pengguna tato akhirnya memilih menghapus gambar di tubuhnya tersebut. Karena itu, sebaiknya berpikir panjang dulu sebelum merajah tubuh agar tak menyesal di kemudian hari.

Samudra, 26, mengaku menyesal telah mentato kaki kanannya lantaran ikut ajakan kawan sepermainan, belasan tahun silam. Saat ini, tato gambar bumi tersebut mulai pudar pasca menjalani penghapusan tato via laser pada Januari lalu. Meski belum tuntas, Samudra mantap menghapusnya.

“Awal tahun ini kebetulan dapat kesempatan hapus tato gratis. Ini masih ada bekasnya dikit, makanya ini semangat buat hapus lagi,” ujar Samudra kepada Jawa Pos Radar Solo, Minggu (11/3).

Niatan menghapus tato juga dirasakan seorang ibu muda, Ieta, 28. Perempuan asal Jakarta ini mengaku ingin menghapus tiga tato di tubuhnya dengan alasan bisa memberi contoh terbaik bagi putranya yang kini sudah berumur 5 tahun.

“Saya punya tiga tato. Satu di pundak, satu di kaki, dan satu di tangan kiri saya. Kalau bisa semuanya ingin saya hapus. Tapi takut juga sih kalau pada akhirnya membekas,” katanya.

Bercita-cita ingin menjadi ibu yang lebih baik, dirinya kekeuh untuk menghapus seluruh tato yang pernah dibuatnya. Terlebih pengalaman pertama dia berumah tangga cukup pahit. Dicerai suami lantaran bertato. Beruntung, kini suaminya dari pernikahan kedua bisa memahami. Tak mau lagi mengecewakan keluarga, akhirnya Ieta berniat kuat menghapus tato miliknya.

“Dulu itu karena bertato saya dicap nakal, istri yang tidak baik. Dan akhirnya pernikahan pertama gagal. Makanya di pernikahan kedua ini saya ingin jadi istri dan ibu yang lebih baik,” beber Ieta.

Baca selengkapnya di koran Jawa Pos Radar Solo edisi Senin, 12 Maret 2018

(rs/ves/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia