Sabtu, 23 Jun 2018
radarsolo
icon featured
Boyolali

Berawal Laporan di Medsos, Kades di Boyolali Terjerat Kasus Pungli

Senin, 12 Mar 2018 18:19 | editor : Fery Ardy Susanto

Penyidik Unit Tipidkor Satreskrim Polres Boyolali membawa berkas perkara pungli ke Kejari, Senin (12/3).

Penyidik Unit Tipidkor Satreskrim Polres Boyolali membawa berkas perkara pungli ke Kejari, Senin (12/3). (HUMAS POLRES BOYOLALI FOR RADAR SOLO)

BOYOLALI – Kepala Desa (Kades) Teras, Boyolali, HDW, tersandung kasus hukum. Tersangka diduga melakukan praktik pungutan liar (Pungli) dalam pengurusan izin mendirikan bangunan (IMB). Kasus ini sudah melalui serangkaian penyelidikan dan penyidikan Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Satreskrim Polres Boyolali. Berkas perkara sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Boyolali, Senin pagi (12/3).

Kasus ini berawal dari laporan masyarakat ke Gubernur Jawa Tengah melalui media sosial. Terkait dugaan pungutan liar dalam penerbitan IMB. Lalu ditindaklanjuti Tim Saber Pungli Provinsi Jateng. kemudian diarahkan ke Unit Tipidkor Satreskrim Polres Boyolali.

Penyelidikan yang dilakukan kemudian meningkatkan ke proses penyidikan. Lalu menetapkan HDW sebagai tersangka. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya dokumen-dokumen, kuitansi, serta uang tunai yang diduga hasil pungli lebih dari Rp 110 juta.

”Tersangka diduga melanggar Pasal 12 huruf E UURI No. 31 Tahun 1999 sebagaimana sudah diubah dalam UU RI No. 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar,” terang Kasat Reskrim Polres Boyolali, AKP Willy Budianto mewakili Kapolres Boyolali, AKBP Aries Andhi kepada Jawa Pos Radar Solo.

Bagaimana pembelaan Kades Teras atas kasus tersebut?

Selengkapnya baca koran Jawa Pos Radar Solo edisi Selasa, 12 Maret 2018

(rs/wid/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia