Jumat, 22 Jun 2018
radarsolo
icon featured
Features

Huang Hua, Mantan Atlet Bulu Tangkis Dunia Main Ketoprak Tionghoa

Selasa, 13 Mar 2018 08:24 | editor : Fery Ardy Susanto

Mantan atlet bulu tangkis Tiongkok era 80-an, Huang Hua tampil bersama suaminya di pentas Ketoprak Tionghoa di Aula SD Kristen 3 Klaten, Sabtu malam (10/3).

Mantan atlet bulu tangkis Tiongkok era 80-an, Huang Hua tampil bersama suaminya di pentas Ketoprak Tionghoa di Aula SD Kristen 3 Klaten, Sabtu malam (10/3). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

PERGELARAN Ketoprak Tionghoa di SD Kristen 3 Klaten, Sabtu malam (10/3) memukau pengunjung yang hadir. Di antara puluhan pelakon, ada seorang mantan atlet bulu tangkis dunia asal Tiongko, Huang Hua, 48. Tampil sekitar 10 menit, namun dia harus berjuang keras menghapal dialeg berbahasa Jawa selama berpekan-pekan.

Ada sekitar 38 pemain ketoprak yang merupakan warga keturunan Tionghoa di pergelaran tersebut. Disutradarai maestro ketoprak, Bondan Nusantara. Dalam lakon Rebut Kuwasa itu, ada penampil pasangan suami istri, Tjandra Budi Darmawan, 50, dan Huang Hua. Meski bukan pemeran utama, tetapi penampilan mereka berdua sukses mengocok perut penonton. Maklum dialeg berbahasa Jawa yang diucapkan Huang Hua sedikit pelo dan dicampur logat Mandarin.

Bagi Huang Hua, hari itu menjadi penampilan perdananya ikut serta dalam kesenian Jawa. Dia buth waktu persiapan 12 pekan bersama suaminya yang menjadi lawan main. Tetapi itu tidak menjadi kendala berarti baginya yang sudah tinggal di Klaten selama 25 tahun.

“Sebenarnya tidak banyak kok dialognya. Latihanya juga tidak padat. Tapi saya menikmati saja,” ujar Huang Hua kepada Jawa Pos Radar Solo.

“Bagus juga bisa terlibat dalam kesenian Jawa ini. Apalagi pemainnya semua orang Tionghoa sehingga mempunyai makna tersendiri,” jelasnya.

Siapa sangka, Huang Hua ternyata mantan atlet bulu tangkis asal Tiongkok era 80-an. Dia bahkan pernah meladeni ratu bulu tangkis Indonesia, Susi Susanti di final All England 1990.

“Iya, memang dulu saya lawannya Susi Susanti. Sejak saya jadi pengurus PBSI Klaten, terkadang datang ke tempat latihan dan mendukung anak-anak. Termasuk di salah satu klub bulu tangkis di Klaten, Inti Badminton Club (IBC),” bebernya.

Kesibukannya di lapangan tak pernah pudar. Huang Hua sering membantu melatih dan memberikan masukan kepada pelatih IBC. Dia menyebut potensi bulu tangkis di Kota Bersinar cukup bagus dan mampu bersaing di kancah nasional. Karena itu, di luar sebagai ibu rumah tangga, tetap ada keinginan untuk mencurahkan segala hal yang dimilikinya demi perkembangan bulu tangkis.

“Terkadang saya juga senang pulang (Tiongkok) maupun tinggal di sini,” tuturnya.

(rs/ren/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia