Rabu, 20 Jun 2018
radarsolo
icon featured
Nasional

Wapres Jusuf Kalla Terima Penghargaan UNS Award 2018, Ini Pesan Beliau

Selasa, 13 Mar 2018 10:00 | editor : Fery Ardy Susanto

Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima penghargaan di UNS, Senin (13/3).

Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima penghargaan di UNS, Senin (13/3). (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO – Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) menerima penghargaan Parasamya Anugraha Dharma Krida Baraya di ajang UNS Award 2018. Acara berlangsung di Auditorium Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Senin (12/2).

Award diberikan kepada JK atas jasanya sebagai pelopora di bidang kemanusiaan dan kemasyarakatan. Acara ini juga dalam rangka Dies Natalis UNS ke-42.

”Penghargaan diberikan karena ketokohannya di bidang perdamaian. Pak JK mampu menciptakan kedamaian konflik horizontal di Aceh, Poso, dan Maluku. Dirinya menggunakan dialog dan senyum untuk memahami duduk perkara konflik. JK termasuk tokoh antiperang. Dia memilih mengalah karena itu adalah harga mahal menuju perdamaian. Ini menjadi tokoh teladan bagi kami sebagai para almamater UNS,” beber Rektor UNS, Ravik Karsidi.

Wapres JK hadir ke Kota Bengawan didampingi istri, Mufidah Jusuf Kalla. Dalam kesempatan ini hadir pula pejabat lainnya, seperti Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

Usai menerima penghargaan, JK berharap perguruan tinggi mampu mencetak penelitian andal. Serta sumber daya manusia (SDM) berkualitas. Hal tersebut disampaikan Wapres JP dalam orasi ilmiahnya.

“Indonesia punya begitu banyak perguruan tinggi. Kita ingin tidak hanya jumlahnya saja yang banyak, tapi juga bagaimana perguruan tinggi menghasilkan alumni yang bermanfaat dan bisa memberi sumbangsih besar bagi bangsa,” ucap JK.

Wapres JK menjelaskan bahwa tantangan kedepannya memang cukup banyak. Mulai dari sisi pangan, kemiskinan, jumlah penduduk, hingga lapangan kerja. Dirinya mengungkapkan saat ini penduduk Indonesia ada sekitar 260 juta orang.

”Pada 2045, diperkirakan penduduk Indonesia mencapai 350 juta. Jumlah ini menjadi tantangan yang sangat besar,” bebernya.

Wapres JK juga mengungkapkan menurut Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Indonesia mempunyai 4.500 perguruan tinggi. Sementara di Tiongkok hanya memiliki 2.500 perguruan tinggi, dengan 1,4 miliar penduduknya. Ini membuktikan bukan jumlah yang terpenting, namun kualitas perguruan tingginya.

”Kualitas tersebut sangat bagus jika dalam bentuk pengajaran dan peneliti. Agar kita tidak tertinggal dengan universitas dari negara lain,” katanya.

(rs/aya/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia