Sabtu, 23 Jun 2018
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Bikin Oke Pasar Tradisional Dengan Visual Branding

Selasa, 13 Mar 2018 20:19 | editor : Fery Ardy Susanto

Visual Branding Exhibition Mahasiswa DKV FSRD ISI Surakarta di Solo Paragon Lifestyle Mall, Selasa (13/3).

Visual Branding Exhibition Mahasiswa DKV FSRD ISI Surakarta di Solo Paragon Lifestyle Mall, Selasa (13/3). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

SOLO – Mengangkat citra pasar tradisional di mata konsumen, Program Studi (Prodi) Desain Komunikasi Visual (DKV), Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta menawarkan hasil rancangan visual branding. Untuk 11 pasar tradisional di Kota Bengawan. Karya tersebut dipamerkan dalam Visual Branding Exhibition bertema Kala Kelana di Solo Paragon Lifestyle Mall, kemarin (13/3).

Tak sekadar rancangan visual branding pasar tradisional, pameran ini juga dilengkapi dengan 45 tema visual branding di bidang industri kreatif. Ambil contoh visual branding untuk distro, kuliner, kafe, butik, dan lain sebagainya. Total ada ratusan karya desain visual branding dalam berbagai wujud dipamerkan. Mulai dari perancangan logo dan penerapan logo di media kartu nama, amplop, kalender, stiker, sign system, papan penunjuk arah, dan media terapan lainnya.

”Pameran ini adalah kelanjutan dari pre-event yang diadakan di kampus beberapa waktu lalu. Kali ini, sasaran pameran lebih luas. Dengan menyelenggarakan pameran di mal, kami ingin menyasar segmentasi pengunjung masyarakat menengah ke atas,” beber Kaprodi DKV FSRD ISI Surakarta, Basnendar Herry Prilosadoso kepada Jawa Pos Radar Solo.

Basnendar menambahkan, pameran ini merupakan ajang edukasi masyarakat luas terhadap ilmu DKV. Khususnya tentang desain visual branding. Tak hanya masyarakat umum, pameran ini diharapkan mampu mengedukasi pemerintah dan stakeholder lainnya tentang pentingnya potensi bidang DKV. Sebagai salah satu solusi mengatasi permasalahan.

”Misalnya, belum ada identitas korporat di setiap pasar tradisional sebagai penciri dan penanda keberadaan pasar tersebut. Kami hadir melalui pameran ini untuk mengubah visual branding pasar tradisional yang selama ini kumuh. Menjadi lebih menarik sebagai pusat jual beli yang nyaman,” sambungnya.

Objek perancangan visual branding pasar tradisional meliputi Pasar Kabangan, Pasar Mebel, Pasar Batu Mulia, Pasar Klewer, Pasar Kliwon, Pasar Legi, Pasar Ayam Silir, Pasar Ngarsopuro, Pasar Panggungrejo, dan Pasar Bambu. Desain visual branding dikerjakan secara kelompok.

”Kami akan undang wali kota, pengelola pasar, dan pihak lainnya yang berkepentingan. Sehingga kami dapat menawarkan langsung desain visual branding ini. Agar dapat memberikan perubahan ke arah yang lebih baik,” imbuhnya.

Pameran juga dijejali dengan rangkaian acara menarik lainnya. Yakni Bedah Karya Pasar dengan kurator dosen DKV FSRD ISI Solo, Taufik Murtono. Mengulas seputar efektif dan efisiensi rancangan visual branding pasar tradisional.

Ada juga Creative Sharing bertema How to Build a Brand oleh owner penyedia jasa visual branding di Kota Bengawan, Daniel Revelino. Dan talk show bertema Desain Grafis di Sosial Media oleh Logan Holy dari The Daily Surakarta.

(rs/aya/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia