Minggu, 27 May 2018
radarsolo
icon featured
Features

Daniel Palencia, Peneliti Amerika Ciptakan Aplikasi Jalur Transportasi

Senin, 23 Apr 2018 14:50 | editor : Fery Ardy Susanto

Daniel Palencia, pria asal Amerika Serikat saat berkunjung ke Kantor Dishub Surakarta.

Daniel Palencia, pria asal Amerika Serikat saat berkunjung ke Kantor Dishub Surakarta. (SILVESTER KURNIAWAN/RADAR SOLO)

TATA kota dan ketersediaan transportasi umum di Kota Solo sudah mulai tertata dibandingkan kota lain di Indonesia. Penemu aplikasi Floctracker, Daniel Palencia, 30, pun tertantang meneliti lebih dalam soal tata kota dan pengelolaan trasportasi publik di Kota Bengawan.

Daniel melakukan presentasi di hadapan puluhan ibu PKK Kota Solo di Kantor Dinas Perhubungan Surakarta. pria asal Meksiko City, Amerika Serikat ini menjelaskan tentang manfaat aplikasi buatannya.

Lantaran temanya tentang giat bersepeda, dirinya juga menjelaskan bahwa aplikasi ini memudahkan bagi pecinta sepeda untuk menemukan jalur bersepeda yang aman dari suatu tempat ke tempat yang lain.

Aplikasi Floctracker bikinan Daniel Palencia.

Aplikasi Floctracker bikinan Daniel Palencia.

“Nanti masyarakat bisa mencari jalan yang paling aman dan nyaman untuk bersepeda. Atau bisa dengan mudah mengetahui apa saja sarana transportasi yang melintas di suatu daerah,” jelas Daniel.

Diungkapkan dia, aplikasi tersebut juga telah diterapkan di sejumlah negara lain sebelum akhirnya membidik Kota Solo sebagai sasaran penelitian. Awalnya, mahasiswa tingkat Master dari Departemen Perencanaan dan Studi Perkotaan Universitas Massachusetts Institute of Technology (MIT) ini kali pertama menerapkan aplikasi ini di negaranya sendiri. Kala itu, dirinya memetakan permasalahan tentang ketersediaan transportasi di suatu wilayah di Meksiko.

“Dari awalnya masyarakat sangat minim informasi soal transportasi yang melintas, kini mereka jadi makin mudah untuk menemukan aplikasi pilihan mereka sendiri,” beber Daniel.

Keberhasilan tersebut kemudian menambah keberaniannya untuk memulai proyek serupa di berbagai negara lain seperti Amerika Serikat, Singapura, India, Banglades, Chile, dan lainnya. Khusus di Indonesia, sambung Daniel, ketertarikannya dengan Kota Bengawan adalah fakta bahwa kota ini merupakan satu-satunya kota yang memiliki jalur sepeda paling panjang di Indonesia.

“Aplikasi ini saya ciptakan untuk memudahkan studi tentang tata kota dan transportasi di suatu tempat. Kelebihan aplikasi ini bisa diakses oleh berbagai elemen masyarakat yang ingin terlibat dengan cara melaporkan tentang situasi dan kondisi suatu hal (sarana prasarana dan transportasi umum, Red),” ujar Daniel.

Karena aplikasi ini bersifat teknik pengumpulan data dalam bentuk kuisioner, dirinya yakin akan lebih mudah dalam memetakan permasalahan di Solo. Khususnya untuk pemetaan jalur sepeda.

“Dasarnya permasalahan yang ditemukan di setiap negara itu hampir sama. Seperti sulitnya mencari informasi tentang transportasi, pemetaan jalan dan lokasi suatu tempat dan lainnya. Maka dari itu, aplikasi ini terbuka bagi siapa saja yang ingin melaporkan atau memulai proyek mereka sendiri karena ini memudahkan penghitungan kasus yang berbasis dari aplikasi android,” beber Daniel.

Nantinya data tersebut akan disinkronisasi untuk merumuskan masalah sebelum nanti di laporkan kepada pemerintah kota setempat. Harapannya, aplikasi yang berisi informasi data dan bisa digunakan langsung oleh masyarakat untuk menyampaikan keluhan atas sarana prasarana yang tidak baik bisa dilakukan dengan lebih terbuka. Sehingga, nantinya ada respons dari pemerintah setempat.

“Rata-rata permasalahan sama soal ketersediaan transportasi di suatu wilayah. Dengan adanya penelitian yang melibatkan masyarakat secara langsung, pemerintah bisa memetakan masalah dan ada solusinya. Seperti di banyak negara yang telah merasakan adanya perbaikan public space, di Solo saya harap begitu. Karena itu, saya kali ini sengaja menggandeng dinas perhubungan setempat,” harap Daniel.

Lantas bagaimana dengan masyarakat yang tak ingin terlibat penelitian? Menurut dia, tidak masalah jika ada masyarakat tidak berkenan. Namun, hal semacam ini tak perlu dikhawatirkan. Sebab, masyarakat masih bisa mendapat berbagai informasi dari Floctracker ini.

“Masyarakat bisa melihat jalur yang aman dan nyaman. Bisa tahu jalur angkutan publik hingga rutenya dan lainnya. Aplikasi ini bisa di download secara gratis di Playstore dan Google Store, saya harp masyarakat berkenan terlihat untuk melaporkan kendala apa saja yang ada di lapangan agar petugas pemerintah menyaksikan ini,” tutup Daniel.

(rs/ves/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia