Minggu, 27 May 2018
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Kepala Dinas dan Guru Dilaporkan Panwaslu

Selasa, 24 Apr 2018 13:30 | editor : Fery Ardy Susanto

Ketua koordinator Gerakan Rakyat Tumpas Korupsi Agung Sutrisno melapor ke kantor Panwaslu, Senin (23/4).

Ketua koordinator Gerakan Rakyat Tumpas Korupsi Agung Sutrisno melapor ke kantor Panwaslu, Senin (23/4). (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

KARANGANYAR - Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Karanganyar, 27 Juni, situasi politik kian hangat. Senin (23/4), Ketua koordinator Gerakan Rakyat Tumpas Korupsi, Agung Sutrisno melaporkan sejumlah aparatur sipil negara (ASN) ke panitia pengawas pemilu (panwaslu) dengan tuduhan tidak netral.

Terlapor terdiri atas kepala dinas, camat, kepala sekolah, perangkat desa hingga guru. Agung menuding mereka terindikasi mengajak pemilih pemula mencoblos salah seorang pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati pada kegiatan pelepasan peserta pendidikan di gedung serbaguna Desa Girimulyo, Kecamatan Ngargoyoso, pekan lalu.

Dalam laporannya, Agung membawa beberapa bukti di antaranya dua video masing-masing berdurasi sepuluh dan 15 menit. Berisi dugaan sejumlah ASN mengajak pemilih pemula mencoblos paslon tertentu.

“Kami harap panwaslu bisa memproses laporan ini kareja jelas mereka (terlapor, Red) ikut berkampanye,” tegasnya.

Ketua Panwaslu Karanganyar Kustawa Esye menuturkan, sebelum menindaklanjuti laporan tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan anggota sentra penegakan hukum terpadu (Gakkumdu).

“Pastinya (untuk tindaklanjut) melalui proses rapat pleno terlebih dahulu. Apakah memenuhi syarat atau tidak, bukti secara material dan alat bukti tersebut sesuai atau tidak nanti kita akan kaji,” terangnya.

(rs/rud/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia