Jumat, 25 May 2018
radarsolo
icon featured
Solo

4 Karyawati Bobol Kartu Kredit Orang hanya untuk Beli Pakaian Dalam

Selasa, 15 May 2018 11:20 | editor : Fery Ardy Susanto

Para tersangka pembobolan kartu krdit ditahan di Mapolsek Laweyan, Senin (14/5).

Para tersangka pembobolan kartu krdit ditahan di Mapolsek Laweyan, Senin (14/5). (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO – Ada-ada saja kelakuan empat karyawati tenant di sebuah mal di Kota Solo ini. Mereka nekt belanja celana dalam pakai kartu kredit orang yang terjatuh di tempt mereka bekerja. Alhasil, mereka harus mendekam di jeruji besi sel Mapolsek Laweyan.

Empat karyawati tenant itu, yakni Vitha Indiawati, 20, Luis Margareta, 20, Ermanda Rossi Ambarwati, 24, dan Ratna Dwi Pratiwi, 19. Selain empat karyawati tersebut, polisi juga menangkap dua pria lain yang ikut menikmati kartu kredit tersebut. Yakni Denny, 26, warga Dukuh Kaliwongko, RT 03 RW 01 Desa Madegondo, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo yang merupakan kekasih Ratna. Serta sahabat Denny, Fajar, warga Dukuh Brogo RT 04 RW 04 Kelurahan Donohudan, Kecamatan Ngemplak, Boyolali.

Kejadian bermula ketika FF, 34, warga perumahan Baron Gede RT 04 RW 01, Kelurahan Panularan, Kecamatan Laweyan berbelanja di tenant para tersangka awal pekan lalu. Diduga, kartu kredit FF terjatuh usai membayar barang belanjannya. Kartu kredit tersebut kemudian ditemukan Vitha.

Karena tidak tahu cara menggunakannya, kartu kredit diserahkan kepada Luis yang bertugas sebagai kasir tenant.

“Setelah itu, saya memanggil Ermanda dan Ratna yang bertugas di bagian belakang (tenant, Red),” tutur Vitha kepada Jawa Pos Radar Solo di Mapolsek Laweyan, Senin (14/5).

Entah dari mana datangnya ide jahat untuk membobol kartu kredit tersebut, yakni dengan memalsukan tanda tangan pemilik.

“Yang memalsukan (tanda tangan FF, Red) Ratna. Kami mencoba di toko kami dulu, pura-pura beli barang, ternyata bisa. Habis sekitar Rp 924 ribu,” bebernya.

Merasa tidak ada masalah, Vitha dan Ermanda menuju Luwes Kartasura untuk membeli pakaian dalam unuk empat orang seharga Rp 293 ribu menggunakan kartu kredit yang sama.

Puas belanja, kartu kredit lalu diserahkan ke Denny, 26, agar segera dibuang. Namun, Denny malah memberikan kartu kredit ke sahabatnya, Fajar.

Nah, di sinilah kejahatan merek mulai terkuak. Oleh Denny, kartu kredit dipakai untuk membeli cincin emas di Toko Emas Semar Solo Grand Mall. Senilai Rp 4,089 juta.

Saat transaksi, Fajar pakai modus yang sama. Memalsukan tanda tangan FF. Di toko emas tersebut, pihak kasir meminta fotokopi indentitas Fajar dan diberikan fotokopi SIM.

Pembobolan kartu kredit terbongkar setelah FF menerima SMS banking terkait transaksi sejumlah barang. Padahal dirinya tidak merasa berbelanja.

“Setelah dicek, kartu kredit tersebut hilang dari dompetnya,” tutur Kapolsek Laweyan Kompol Santoso.

Kejadian itu kemudian dilaporkan ke polisi yang ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama bank penerbit kartu kredit untuk melakukan pemblokiran. Pihak bank dengan mudah melacak transaksi terakhir menggunakan kartu kredit tersebut.

Dari keterangan kasir toko emas Semar SGM, diperoleh identitas Fajar yang segera ditangkap polisi, Minggu malam (13/5). Berlanjut penangkapan lima tersangka lainnya.

Sebagai barang bukti, disita sejumlah barang yang dibeli menggunakan kartu kredit FF. Para tersangka akan dijerat pasal 363 ayat 4e tentang pencurian berkelompok dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara jo Pasal 372 KUHP tentang penggelapan dengan acaman empat  tahun penjara.

“Kami akan panggil saksi dari pihak toko Luwes termasuk kantor cabang bank yang mengeluarkan kartu kredit tersebut. Ini guna mengetahui standar resmi penggunaan kartu kredit termasuk tingkat keamanannya,” beber Santoso.

(rs/atn/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia