Senin, 28 May 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Waspadai Penimbunan Bahan Pokok Jelang Ramadan

Rabu, 16 May 2018 10:20 | editor : Fery Ardy Susanto

Ketua Satgas Mafia Pangan AKBP Andy Rifai mengecek harga dan stok kebutuhan pokok di Pasar Legi, Selasa (15/5).

Ketua Satgas Mafia Pangan AKBP Andy Rifai mengecek harga dan stok kebutuhan pokok di Pasar Legi, Selasa (15/5). (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO - Mendekati puasa Ramadan, Satgas Mafia Pangan menggelar inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar tradisional, Selasa (15/5). Mereka memantau stok dan harga pangan.

Sasaran pertama adalah pedagang bawang di Pasar Legi. “Bawang putih turun, Senin minggu lalu Rp 20 ribu per kilogram, sekarang jadi Rp 15 ribu. Yang naik harga bawang merah, dari Rp 27 ribu sekarang Rp 30 ribu,” jelas Sutiyem, pedagang setempat kepada Ketua Satgas Mafia Pangan AKBP Andy Rifai.

Dari kios Sutiyem, rombongan menuju kios cabai milik Kati Budiman. Dia menginfokan harga cabai merah besar mengalami penurunan dari Rp 27 ribu menjadi Rp 22 ribu per kilogram. Sedangkan harga cabai rawit stabil di Rp. 23 ribu per kilogram.

“Yang naik cabai keriting, minggu lalu per kilogram masih Rp 22 ribu, sekarang naik menjadi Rp 25 ribu,” ucapnya.

Sidak berlanjut ke lantai paling dasar Pasar Legi, tepatnya di lapak pedagang ayam potong. Salah seorang pedagang Menuk menjelaskan, harga ayam naik dari Rp 34 ribu menjadi Rp 35 ribu.

“Dari sananya (peternak ayam, Red) sudah naik Rp 1.000. Nanti awal puasa biasanya naik, kemudian pertengahan puasa turun lagi. Setelah itu jelang Lebaran sampai H+2 harganya naik lagi. Tapi untuk stok kelihatannya aman,” ujarnya.

Setelah itu, petugas gabungan bergerak ke kios sembako. Hasil pantauan, harga beras bertengger di Rp 12 ribu per kilogram, telur naik dari Rp 22 ribu menjadi Rp. 24 ribu per kilogram, daging naik dari Rp 110 ribu menjadi Rp 120 ribu per kilogram.

Sementara itu, Andy menegaskan, sidak juga akan dilakukan di pasar modern.

“Termasuk di lokasi produksi hingga proses distribusinya. Hal ini kita lakukan guna memastikan stok aman,” tuturnya.

Diterangkan wakapolresta Surakarta itu, belum ada indikasi penimbunan maupun penyelewengan bahan pokok.

“Semoga kondisi ini tetap bisa bertahan. Namun apabila di tengah jalan nanti ada kecurangan, tentu saja kita tindak tegas,” katanya.

(rs/atn/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia