Senin, 28 May 2018
radarsolo
icon featured
Kombis

Awal Ramadan, Permintaan Telur Turun

Jumat, 18 May 2018 09:30 | editor : Fery Ardy Susanto

Sejumlah siswa SDN Kauman 27 Solo mengadakan kegiatan bagi-bagi telur ayam gratis kepada pengendara yang melintas di kawasan Gladag, Rabu (16/5).

Sejumlah siswa SDN Kauman 27 Solo mengadakan kegiatan bagi-bagi telur ayam gratis kepada pengendara yang melintas di kawasan Gladag, Rabu (16/5). (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO – Memasuki bulan Ramadan ini, permintaan telur ayam di kalangan pedagang turun. Karena konsumsi telur berkurang di siang hari saat umat Muslim menjalankan ibadah puasa. Namun demikian, bercermin dari tahun sebelumnya, permintaan telur kembali naik pertengahan Ramadan.

”Kalau biasanya untuk konsumsi rumah tangga, mereka menyediakan stok telur di rumah. Karena itu sebelum puasa, permintaan telur justru tinggi. Tapi kalau masuk bulan Ramadan, justru turun karena banyak yang puasa. Tapi kalau sudah menjelang Lebaran, permintaan biasanya meningkat lagi,” kata Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Solo, Agus Eko Sulistyo kepada Jawa Pos Radar Solo, Kamis (16/5).

Tiap harinya, rata-rata Agus memasok telur untuk kota Solo antara 500 kg hingga 1 ton. Untuk pengiriman bergantung pada pemesan.

”Kalau yang beli eceran, biasanya dilayani per kg. Tapi kalau skala besar dilayani dengan peti. Satu peti isinya 15 kg,” jelasnya.

Pada momen Ramadan dan Lebaran kali ini, dirinya yakin suplai pasokan aman. Memang, beberapa waktu lalu sempat ada kekhawatiran adanya virus flu burung. Namun setelah ada vaksinasi skala besar, maka persoalan tersebut bisa ditangani.

Pasokan paling besar ada di Pasar Gede. Namun Agus lebih mengutamakan menyisir pasar-pasar pinggiran.

”Biasanya saya sendiri memasok di Pasar Nusukan juga,” urainya.

Pedagang Pasar Legi, Maryani, 42, mengaku harga telur mengalami penurunan dari Rp 24 ribu menjadi Rp 23 ribu per kg. Pasokan telur saat ini lancar. Sebab biasanya menjelang bulan Ramadan, banyak konsumen yang membeli telur sebagai bahan dasar pembuatan kue.

”Kalau menjelang Ramadan seperti ini biasanya permintaan sangat tinggi. Sebab biasanya dibeli untuk membuat kue kering. Kalau harga minyak goreng stabil. Minyak goreng curah Rp 11.500 per liter dan untuk curah super Rp 24 ribu per liternya,” ucapnya.

Terpisah, Pinsar Solo menggelar kegiatan bagi-bagi telur kepada masyarakat umum di kawasan Gladag. Kegiatan ini melibatkan murid-murid SDN Kauman 27. Sebagai ajang untuk berbagi dan rutin digelar menjelang Ramadan.

”Kegiatan ini mengajarkan anak-anak untuk belajar berbagi. Sebab hampir semua orang menyukai telur karena kandungan gizinya banyak,” papar salah seorang siswa kelas VI SDN Kauman 27, Azriel Pradana.

(rs/vit/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia