Senin, 28 May 2018
radarsolo
icon featured
Kombis

Harga Bahan Pokok Merangkak Naik

Jumat, 18 May 2018 10:00 | editor : Fery Ardy Susanto

Tim Satgas Pangan Surakarta sidak di Pasar Legi.

Tim Satgas Pangan Surakarta sidak di Pasar Legi. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO – Menjelang Ramadan, sejumlah barang kebutuhan pokok mulai mengalami kenaikan harga. Terutama bahan pokok yang sering dikonsumsi saat bulan Ramadan tiba. Kenaikan sudah mulai terasa sejak sepekan belakangan ini.

Pedagang Pasar Legi, Sakiyem, 50, menjelaskan, kenaikan harga menyasar komoditas daging ayam. Sejak sepekan ini, daging ayam naik menjadi Rp 35 ribu per kg. Dari harga sebelumnya RP 33 ribu per kg. Kenaikan harga ini praktis berdampak pada permintaan di pasaran.

”Kalau biasanya saya bisa menjual 20 potong ayam per hari. Sekarang ini saya hanya sediakan 15-18 potong saja,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Solo, Kamis (17/5).

Komoditas bumbu dapur juga mengalami kenaikan harga. Seperti diungkapkan pedagang Pasar Legi lainnya, Sri Rahayu. Dia menyebut merica naik Rp 5 ribu per kg. Dari hagra awal Rp 70 ribu per kg. Begitu juga kemiri yang awalnya Rp 32 ribu per kg, kini naik jadi Rp 35 ribu.

Kenaikan juga dialami komoditas cabai. Bahkan di hampir seluruh jenis cabai. Pedagang cabai Pasar Legi, Mulyani mengaku cabai rawit juga naik Rp 5 ribu. Dari harga semula Rp Rp 20 ribu per kg. Demikian juga cabai merah keriting yang awalnya hanya Rp 22 ribu per kg, sekarang naik jadi Rp 25 ribu.

Penurunan harga justru dialami cabai merah besar. Harganya turun dari Rp 25 ribu menjadi Rp 24 ribu per kg.

”Kalau perubahan harga ini dimulai sejak lima hari belakangan,” ucapnya.

Komoditas telur ayam juga mengalami penurunan harga. Dari semula Rp 24 ribu per kg, saat ini turun menjadi Rp 23 ribu. Pasokan telur saat ini lancar. Sebab biasanya menjelang Ramadan, banyak permintaan konsumen untuk bahan dasar pembuatan kue.

Kepala Dinas Perdagangan Surakarta, Subagyo menjelaskan, perubahan harga barang dinilai wajar menjelang puasa dan Lebaran. Kendati demikian, pihaknya tetap melakukan pemantauan harga barang dan ketersediaan stok di lapangan. Dia berharap kenaikan harga masih bisa dijangkau masyarakat. Serta ketersediaan stok barang mencukupi.

”Untuk saat ini harga masih bisa dijangkau. Nantinya kami bersama dengan tim akan memantau kondisi di lapangan. Khususnya untuk komoditas bahan pokok. Sasarannya di lima pasar besar di Solo,” tandas Subagyo.

(rs/vit/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia