Jumat, 25 May 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Maling Motor Kampus UNS Akhirnya Dibekuk

Jumat, 18 May 2018 13:30 | editor : Fery Ardy Susanto

Tersangka pencurian kendaraan bermotor yang diringkus Polsek Jebres, Kamis (17/5).

Tersangka pencurian kendaraan bermotor yang diringkus Polsek Jebres, Kamis (17/5). (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO - Sekitar sebulan terakhir, mahasiswa sejumlah fakultas di Universitas Sebelas Maret (UNS) diresahkan aksi pencurian sepeda motor. Lengah sedikit saja, kuda besi langsung amblas.

Rupanya, para pelaku berkomplot. Yakni Nuryanto, 37, warga Dukuh Krajan Kidul, RT 02 RW 02, Desa Sambirejo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang; Galant Pramadya, 24, warga Dukuh Gading, RT 01 RW 05, Desa Ngargosari, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali; dan Peni Sumading,20, warga Dukuh Banyasin Barat RT 06 RW 03 Desa/Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Pencurian motor tersebut diotaki Nuryanto yang juga sekaligus eksekutor. Sedangkan Galant dan Peni berperan sebagai joki yang mengantarkan Nuryanto ke lokasi pencurian. Ketiganya nge-kos di kawasan Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar.

“Kami satu kos. Sering kumpul dan ngobrol satu sama lain. Ternyata masalah kami semua sama, kesulitan ekonomi. Padahal sebentar lagi Lebaran dan butuh uang lebih untuk keperluan Lebaran di kampung,” tutur Nuryanto di Mapolsek Jebres, Kamis (17/5).

Nuryanto dapat dengan mudah membuat kunci letter T karena dirinya bekerja di tempat las. Bermodal kunci tersebut, dia diantarkan Galant dan Peni ke lokasi pencurian, yakni parkiran Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Hukum (FH), dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS.

Kawanan ini beraksi pada malam hari ketika ada mahasiswa yang sedang mengikuti kegiatan di kampus. Dari tiga lokasi tersebut, selama satu bulan terakhir, Nuryanto menggondol empat sepeda motor, yakni Honda NF 125 TD nomor polisi AD 2093 LA, Honda Supra 125 AD 4831 KZ.

Selanjutnya, Yamaha Mio J tanpa pelat nomor, serta Honda Supra 125 nomor polisi AD 4749 LJ. Hasil curian mereka sembunyikan di kos untuk menunggu pembeli.

“Yang beli teman-teman saya juga, orang Pengging (Kabupaten Boyolali, Red) dan orang Ngawi. Kemarin dijual satu unit Rp 1 juta,” terangnya.

Hasil penjualan motor curian kemudian mereka bagi. Nuryanto mendapatkan jatah Rp 600 ribu, sedangkan dua kawanan lainnya masing-masing mendapat Rp 400 ribu.

Aksi mereka terbongkar setelah Nuryanto tertangkap basah Satpam UNS kala sedang berusaha mencuri helm di kampus tersebut dan diserahkan ke Mapolsek Jebres.

“Setelah kita lakukan pendalaman, ternyata pelaku juga yang melakukan pencurian sepeda motor di UNS,” ujar Kapolsek Jebres Kompol Juliana.

Dari kicauan Nuryanto, Galant dan Peni tak lama ikut diringkus. Beruntung, polisi berhasil menelusuri keberadaan sepeda motor curian yang dijual.

Sebagai barang bukti, polisi mengamankan sepeda motor Honda Supra 125 nomor polisi AE 4749 LJ dan Yamaha Mio J nomor polisi AD 3998 XY yang digunakan kawanan ini beraksi. Meraka akan dijerat pasal 363 KUHP tetang Pencurian dengan Pemberatan. Ancaman hukumannnya tujuh tahun penjara.

“Kami minta masyarakat ekstrawaspada terhadap aksi kejahatan. Dan untuk pihak UNS sudah kami sarankan untuk menambah pemasangan CCTV, terutama di kawasan parkiran. Petugas juga harus lebih teliti,” ungkap Juliana.

(rs/atn/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia