Senin, 28 May 2018
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Batasi Operasional Tempat Hiburan Malam

Jumat, 18 May 2018 10:05 | editor : Fery Ardy Susanto

Razia tempat hiburan malam di Wonogiri.

Razia tempat hiburan malam di Wonogiri. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

WONOGIRI - Menjaga kondusivitas dan ketertiban selama Ramadan, Pemkab Wonogiri melakukan pengaturan jam operasional hiburan malam. Gayung bersambut, pengusaha hiburan malam di Wonogiri mengaku sepakat dengan kebijakan Pemkab Wonogiri selama bulan suci berjalan.

Kepala Satpol PP Wonogiri Waluyo mengatakan bahwa selama Ramadan, jam operasional tempat hiburan berubah. Untuk pekan pertama Ramandan seluruh tempat hiburan malam dianjurkan untuk tutup. Setelah itu untuk izin beroperasi pada pekan kedua Ramadan, yakni Senin-Jumat jam buka mulai 21.00-23.00 WIB, kemudian Sabtu dan Minggu buka mulai pukul 21.00, hingga ditutup 00.00 WIB.

”Khusus malam takbir atau Lebaran, hingga H+1, mereka harus tutup dan buka pada H+2,” tegas Waluyo usai memberikan sosialisasi kepada pengusaha hiburan malam di kantornya, Kamis (17/5) malam.

Menurut Waluyo, di Wonogiri terdapat tujuh cafe dan tempat karaoke yang tersebar di beberapa kecamatan. Seperti di Kecamatan Wonogiri tepatnya di Desa Sendang ada dua lokasi yakni Permadani dan Safir, lalu di Ngadirojo ada satu yaitu Diamond Karaoke. Lalu, di Kecamatan Purwantoro ada Merista, lalu Kecamatan Baturetno ada Cafe Valentine, serta K5 Karaoke di Kecamatan Pracimantoro dan Cafe Candra Kirana di Kecamatan Giriwoyo.

”Selain tujuh tempat itu ada tempat hiburan malam yang kelasnya kecil seperti di sekitar Alas Kethu dan Plasa WGM (Waduk Gajah Mungkur). Tempat-tempat hiburan malam ini sudah didata dan siap untuk mematuhi aturan tersebut,” jelasnya.

Satpol PP menegaskan tidak segan-segan mengambil tindakan, jika ada pengusahan hiburan malam tidak mengindahkan larangan ini. Pihaknya berharap selama Ramadan, seluruh tempat hiburan malam membatasi penjualan minuman  beralkohol.

”Akan kami monitor terus di lapangan. Kalau ada yang melanggar sekali dua kali akan kita beri peringatan, tapi kalau masih nekat ngeyel akan kami beri tindakan,” tandasnya.

Terpisah, pengusaha hiburan malam di Wonogiri mengaku sepakat dengan kebijakan Pemkab Wonogiri. Kondisi keamanan saat ini yang tengah banyak aksi teror kriminalitas terjadi, turut memperkuat niat pengusaha untuk menuruti himbauan pemerintah.

”Pada prinsipnya kami sepakat dan mengamini kebijakan pemerintah. Kami juga ingin bulan ramadan ini membawa berkah bagi umat muslim dalam melaksanakan ibadahnya,” kata Budi Hardono, Pemilik Cafe dan Karaoke Safir yang berada di Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri.

(rs/kwl/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia