Senin, 25 Jun 2018
radarsolo
icon featured
Jateng

Pemprov Jateng Terus Pantau Kebutuhan Pokok

Jumat, 25 May 2018 20:38 | editor : Fery Ardy Susanto

Plt Gubernur Heru Sudjatmoko berikan arahan terkait persiapan Idul Fitri di Forkompimda di Semarang, Jumat (25/5).

Plt Gubernur Heru Sudjatmoko berikan arahan terkait persiapan Idul Fitri di Forkompimda di Semarang, Jumat (25/5). (PEMPROV JATENG FOR RADAR SOLO)

SEMARANG - Hingga Lebaran mendatang, Pemprov Jateng terus memantau kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di seluruh pasar. Tim pengendali inflasi daerah (TPID) kabupaten/kota diminta tidak bosan mengecek harga kepokmas di pasar setiap hari. Jika ada yang komoditas yang mulai merangkak naik, bisa langsung dilaporkan.

Hal tersebut dikatakan Sekda Jateng, Sri Puryono dalam Rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Jumat (25/5). Dijelaskan, Jika ada yang naik sampai 10 persen selama tiga hari, pihaknya akan langsung bertindak. “Sekarang sudah ada SiHati. Semua Asisten setiap pagi tolong buka androidnya untuk lihat SiHati. Jadi sarapan tiap paginya lihat SiHati,” jelasnya.

Dalam tiga bulan terakhir, harga kepokmas cenderung stabil. Memang, ada beberapa kebutuhan pokok yang harganya cenderung naik pada minggu pertama Mei ini. Yakni kedelai, telur ayam ras, daging ayam ras. Sementara Rata-rata harga beras IR 64 kw medium di Jawa Tengah masih di atas HET, namun telah mengalami penurunan sebesar 5,25 persen jika dibandingkan dengan rata-rata bulan sebelumnya.

Untuk mengerem lonjakan harga, pemprov telah menyiapkan beberapa langkah. Yakni memfasilitasi sembako murah  oleh Disperindag, Disnas Keswan, Dishanpan, Diskop UKM dan BI.

Gelar pangan murah secara mobile oleh Toko Tani Indonesia Center. Selain itu juga dilakukan pemantauan ketersediaan barang dalam pengawasan seperti gula, pupuk bersubsidi, dan LPG.

Selain kepokmas, ada beberapa poin lain yang dipersiapkan. Pertama infrastruktur. Jalan yang dikelola nasional, provinsi, dan kabupaten/kota bisa mendukung kenyamanan dan keamanan pemudik.

“Kemarin ada bupati/wali kota yang protes soal pembangunan jalan tol yang meninggalkan bekas. Kemudian saya sampaikan ke pihak jalan tol untuk membetulkan jalan yang rusak. Terutama di daerah Pekalongan dan Tegal. Pokoknya jalan yang rusak akibat pembangunan tol, harus diperbaiki,” jelasnya.

Masih terkait dengan infrastruktur, Sekda meminta Dinas Perhubungan Jateng dan pihak kepolisian untuk mengecek terminal. Sebab, beberapa waktu lalu, ketika menggelar sidak di terminal, ditemukan masih ada armada bus yang tidak memenuhi syarat jalan.

“Jadi tolong dicek kelayakan kendaraan dan jaga keamanannya,” tuturnya.

Stasiun pun diminta tidak lepas dari penjagaan dan pengawasan. Sri Puryono juga memberi catatan khusus mengenai perlintasan sebidang yang perlu ada penjagaan khusus.

Mengenai bandara, Sekda berharap terminal baru New Ahmad Yani Semarang bisa dioperasikan untuk arus mudik Lebaran. Hanya saja, keputusan itu belum final karena tim verifikasi dari Kementerian Perhubungan akan kembali mengecek soal kesiapannya.

“Termasuk pertimbangan jalan masuk menuju bandara baru. Kan tidak lagi seperti bandara lama. Kemarin juga masih ada keluhan soal ketersediaan air bersih. Ini sedang kami diskusikan dengan Pemkot Semarang,” bebernya.

Sekda juga meminta agar fasilitas kesehatan, terutama puskesmas untuk tidak libur saat Lebaran mendatang. Setidaknya ada petugas piket yang siap melayani masyarakat. Apalagi, sekarang cuaca di Jateng cukup ekstrim. Bencana mulai dari banjir di Semarang-Demak dan Pekalongan, hingga erupsi Gunung Merapi.

Sementara itu, Plt Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko menegaskan, suasana di Jateng harus kondusif. Sebab, Lebaran merupakan siklus tahunan yang bisa dipersiapkan jauh-jauh hari. “Forkopimda harus menyiapkannya. Kalau dihadapi tanpa ada persiapan, sama saja percuma. Tolong untuk bisa turun sampai tingkat paling bawah untuk menjaga kondusivitas sepanjang Lebaran,” harapnya.

Pada kesempatan itu juga digelar penandatangan ikrar penolakan paham radikalisme dan terorisme di wilayah provinsi Jawa Tengah. Selain Plt Gubernur Heru Sudjatmoko juga Kapolda Irjen Pol Condro Kirono dan Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto. (kom)

(rs/bay/fer/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia