Senin, 25 Jun 2018
radarsolo
icon featured
Features

Kisah Annisa Putri, Bocah 10 Tahun Rawat Ibu Angkat Seorang Diri

Sabtu, 26 May 2018 10:45 | editor : Fery Ardy Susanto

Annisa (berjilbab kuning) bersama ibunya (rambut putih) di rumahnya, Jumat (25/5).

Annisa (berjilbab kuning) bersama ibunya (rambut putih) di rumahnya, Jumat (25/5). (IWAN DWI WAHYU/RADAR SOLO)

DEMI berbakti kepada sang ibu angkat yang sakit-sakitan, Annisa Putri Salsabila, bocah berusia 10 tahun ini rela merawatnya seorang diri. Selama 10 tahun terakhir, gadis kecil ini hidup berdua dengan ibu angkatnya yang kini sudah menjelang usia senja.

Adalah Sanem, 66, ibu angkat yang dirawat Annisa. Saat dijenguk Camat Jatiroto, Woogiri, Andhika, di rumahnya, Dusun Terongan RT 03 RW 03 Desa Sanggrong, Sanem hanya terbaring lemah di dalam kamar karena sakit maag akut. Rambutnya juga sudah mulai memutih.

Dengan tegar, Annisa yang masih duduk di kelas IV SDN I Sanggrong ini sehari-hari yang merawat Sanem. Annisa sendiri merupakan anak angkat. Sejak kecil dia sudah dirawat Sanem yang hanya tinggal seorang diri di rumah tersebut.

“Sejak 10 tahun lalu mereka hidup berdua. Mereka kadang mendapat bantuan dari warga setempat dan hidup dari jatah beras bantuan pemerintah (rastra) dan Jamkesmas. Kerabatnya datang sesekali menjenguk,” kata Camat Andhika yang ditemani Jawa Pos Radar Solo

Dari cerita Andhika, Anissa ini merupakan anak kerabat Sanem. Sejak 10 tahun lalu dia dititipkan kepada Sanem. Hingga saat ini, orang tua bocah itu tidak diketahui rimbanya. Bahkan Annisa sendiri tidak tahu siapa orang tua kandungnya.

“Saat kondisi sehat, Sanem biasa berkebun. Dari situlah mereka bertahan hidup,” terang Andhika.

Tahu kondisi kesehatan Sanem memburuk dan dirawat seorang diri oleh Annisa, Andhika bersama jajaran pemerintah desa setempat, serta Puskesmas Jatiroto langsung mendatangi rumah Sanem.

“Kemarin sudah diperiksa ke Rumah Sakit Amal Sehat Slogohimo oleh saudaranya dan menjalani rawat jalan. Tapi karena belum membaik, ini tadi kami bawa ke Puskesmas Rawat Inap Jatiroto,” kata Andhika.

Sanem dijemput ambulans dan tim medis dari Puskemas Rawat Inap Jatiroto. Kini, Sanem sudah mendapatkan perawatan yang layak.

Selama Sanem dirawat di puskesmas, untuk sementara Annisa akan dirawat di rumah bidan desa setempat. Ini agar sekolahnya tidak terganggu.

Bidan desa setempat sebenarnya sudah memberikan tawaran supaya Anissa bisa dirawat dan tinggal bersamanya. Namun, Sanem menolak. Alasannya, kalau Anissa dirawat oleh orang lain, maka dirinya akan kehilangan teman di rumah. 

Namun, mengingat Sanem sudah berusia senja, sementara Annisa butuh pendamping di masa pertumbuhan, maka pekerjaan rumah selanjutnya adalah memikirkan masa depan bocah ini. Sampai saat ini belum ada langkah dari pemerintah terkait hal ini.

(rs/kwl/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia