Senin, 25 Jun 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Inilah Kronologi Aksi Penembakan Terhadap Pemotor di Kleco dan UMS

Minggu, 27 May 2018 19:24 | editor : Fery Ardy Susanto

Peta (tiga dari kanan) pelaku penembakan airsoft gun kepada pengendara motor.

Peta (tiga dari kanan) pelaku penembakan airsoft gun kepada pengendara motor. (ANTONIUS CHRISTIAN/RADAR SOLO)

SOLO - Aksi koboi dilakukan Peta Ocky, 26, di Jalan Slamet Riyadi, tepatnya di lampu merah Psar Kleco, Kecamatan Laweyan dan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, Jumat sore (25/5). Dengan sengaja pemuda ini menembaki AM, pengendara sepeda motor Honda Grand warna hitam dengan pistol airsoft gun sebanyak empat kali.

Akibat perbuatannya itu, Peta diamankan polisi. Kepada penyidik, Peta mengaku saat kejadian, mobilnya Mitsubishi Pajero Sport nopol AD 7157 AH bersenggolan dengan motor AM. Tidak terima, AM lalu mengejar mobil Peta. Sampai di lampu merah Kleco, pengejaran berhasil. AM lantas menggedor-gedro pintu mobil Peta.

Situasi memanas ketika Peta mengeluarkan airsoft gun yang dibawanya dan ditembakkan ke arah sepeda motor AM.

Aksi Peta menembaki pengendara sepeda motor dengan airsoft gun dari dalam mobil.

Aksi Peta menembaki pengendara sepeda motor dengan airsoft gun dari dalam mobil. (ISTIMEWA)

“Saya emosi berat, tidak terima mobil saya digedor-gedor. Dia (AM) juga menantang saya berkelahi. Karena lepas kontrol, saya langsung mengeluarkan airsof gun. Saya tembakkan dua kali ke arah motornya. Kena sayap motor sebelah kiri,” ujar pria yang berprofesi sebagai fotografer wedding ini.

Aksi koboi Peta berlanjut di lampu merah UMS. AM kembali ditembak dua kali saat sama-sama berhenti. Satu tembakan mengenai tas punggung AM, sisanya meleset.

“Setelah itu tidak ketemu lagi (dengan AM), kemudian saya pulang,” ujar warga Karang Turi RT 04 RW 07 Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan ini.

Peta mengaku menenteng airsoft gun untuk berjaga-jaga. Karena baru saja menyetorkan uang ke bank dengan nominal cukup banyak.

“Dulu sempat gabung komunitas airsoft gun. Senjata ini saya beli waktu masih aktif dua tahun lalu,” bebernya.

Kapolresta Surakarta, Kombespol Ribut Hari Wibowo menjelaskan, usai kekadian, AM melaporkan kejadian tersebut ke satreskrim. Sabtu (26/5), Peta berhasil ditangkap di rumahnya.

Polisi menyita airsoft gun Merek KWC model Makarov-51053486/4,5 mm buatan Taiwan beserta kartu tanda registrasi airsoft gun yang diterbitkan Polresta Surakarta dengan nomor KPASG/35/IV/2016/Intelkam.

Peta bakal dijerat pasal 351 KUHP tentang penganiyaan dengan ancaman hukuman dua tahun penjara.

“Memang sudah ada perdamaian antara korban dan pelaku. Namun, kasus ini tetap kami dalami. Mengingat ada penggunaan senjata replika. Pelaku tetap kami jerat dengan pasal berlaku. Ini untuk memberikan efek jera dan pemahaman kepada masyarakat agar tidak sembarangan menggunakan airsoft gun karena memang ada aturannya,” urai kapolresta.

(rs/atn/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia