Senin, 25 Jun 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Ramadan Anjlok, Syawal Siapkan Event Spesial

Minggu, 27 May 2018 19:35 | editor : Fery Ardy Susanto

Sepur Kluthuk menjadi salah satu pesona wisata yang bisa dinikmati ketika berjunjung ke Kota Solo.

Sepur Kluthuk menjadi salah satu pesona wisata yang bisa dinikmati ketika berjunjung ke Kota Solo. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO - Datangnya Ramadan ternyata berpengaruh terhadap turunnya jumlah wisatawan di kota Solo. Pemkot tidak dapat berbuat apapun lantaran sudah menjadi siklus tahunan. Kepala Dinas Pariwisata Surakarta Hasta Gunawan mengatakan, lesunya sektor wisata saat Ramadan dianggap wajar. Sebab, wisatawan domestik mayoritas menjalankan ibadah puasa dan memilih tinggal di kotanya masing-masing. Sedangkan tren positif akan dimulai setelah Lebaran.

“Siklus tahunan biasanya memang seperti itu. Kunjungan wisatawan turun selama Ramadan,” katanya.

Hasta yakin setelah Lebaran akan banyak peningkatan. Selain wisatawan lokal, diperkirakan banyak warga asli Solo yang pulang dari mudik. Pemkot pun menyiapkan beragam event besar guna menyambut para pemudik di Kota Bengawan. Gelaran event tersebut dinilai mampu menyedot kunjungan wisatawan berkunjung ke Kota Solo selama Lebaran dan libur sekolah.

“Bakdan Ing Balekambang, dan Pekan Syawal di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) ini cukup efektif menarik wisatawan berkunjung ke sini,” katanya.

Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, saat libur Lebaran orang cenderung mengunjungi tempat wisata yang menggelar event, seperti Balekambang dan TSTJ. Selain itu wisatawan juga akan membanjiri objek wisata lain, seperti Gedung Wayang Orang Sriwedari, Kampung Batik, Pura Mangkunegaran, Keraton Kasunanan Surakarta, dan Museum Radya Pustaka. 

Wisata belanja juga menjadi daya tarik utama bagi wisatawan saat libur Lebaran. Adapun tempat-tempat yang menjadi jujugan wisatawan untuk berbelanja diantaranya Pasar Klewer, Benteng Trade Center (BTC), Pusat Grosir Solo (PGS), serta Kampung Batik Laweyan dan Kauman.

Saat ini, pemkot juga tengah menggenjot potensi wisata di masing-masing wilayah. Hal ini sejalan dengan instruksi Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo. Wali Kota meminta seluruh kelurahan menggenjot potensi wisata di masing-masing wilayah. Potensi wilayah ini akan menjadi paket wisata kampung yang dinilai mampu meningkatkan perekonomian warga.

Solo memiliki potensi wisata budaya dan seni yang bisa digenjot untuk mempromosikan Kota Bengawan. Rudy menilai promosi wisata tidak perlu muluk-muluk menggaet wisatawan asing, melainkan diangkat untuk menggaet wisatawan lokal. Asalkan potensi wisata tersebut dikemas secara baik dan memiliki kebermanfaatan bagi masyarakat.

“Jadi pemudik yang datang akan melihat ini lho Solo (ada wisata) yang ditonjolkan. Kita juga punya wisata kuliner. Jadi tidak hanya ke objek wisata saja, tapi juga wisata belanja dan kuliner,” katanya.

Sayangnya wali kota masih menemukan beberapa kesamaan antara pertunjukan seni di satu tempat dengan di kecamatan lain.

“Jadi nanti kita ingin setiap kelurahan beda dan sesuai dengan kearifan lokal,” katanya.

(rs/irw/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia