Rabu, 20 Jun 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Solo Bakal Hemat Listrik 78 Persen

Minggu, 10 Jun 2018 14:15 | editor : Fery Ardy Susanto

Investor dari Korea cek perakitan lampu PJU yang menggunakan tenaga listrik di STP.

Investor dari Korea cek perakitan lampu PJU yang menggunakan tenaga listrik di STP. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO - Kebutuhan energi listrik di Kota Bengawan sangat tinggi. Namun, hal itu dapat ditekan dengan memanfaatkan tenaga surya yang berlimpah di Indonesia. PT Arta Surya Indotama (ASI) bekerja sama dengan Solo Techno Park (STP) mulai memproduksi lampu hemat energi dengan tenaga surya.

Direktur Utama PT ASI Surya Winata mengatakan, penghematan energi yang didapat setelah memasang genting linstrik (solar tile) dan lampu penerangan jalan umum (PJU) mencapai 78 persen. Dia menyebut genting listrik menjadi salah satu faktor terbesar dalam mengurangi penggunaan energi listrik dari Perusahaan Linstrik Negara (PLN).

“Kita bisa saving sekitar 78 persen. Itu bisa berwujud energi maupun berwujud uang. Apalagi TDL (Tarif Dasar listrik) naik terus sehingga langkah ini kami anggap benar,” terang Surya di sela-sela soft launching kantor, Assembly Line, dan Showroom Seasindo di kawasan STP, Jumat (6/8).

Dalam rencana bisnisnya, perusahaan yang menggandeng investor asal Korea tersebut akan mengembangkan dua assembly line dengan kapasitas produksi 200 PJU setiap hari. Mereka merekrut lulusan SMK yang berdomisili di Kota Bengawan. Diperkirakan nilai investasi yang ditanam untuk dua assembly mencapai Rp 110 miliar.

“Tenaga kerja yang sudah kita terima sekitar 135 orang. Mereka anak-anak kita lulusan SMK di Solo. Kerja kita dibagi dalam tiga sif,” terang Surya.

Produk PJU dan lampu rumah tangga akan dipasarkan ke berbagai daerah di Jawa Tengah. Saat ini seluruh pemerintah kabupaten/ kota di Jateng dan Jatim sudah menyatakan keinginannya untuk berinfestasi dalam rangka menghemat energi.

“Eks KaresidenanSurakarta  sudah jelas. Kemarin di Bali juga enam kecamatan sudah berkomitmen,” imbuhnya.     

Sementara itu, pada launching, investor dari Negeri Ginseng ikut hadir. Selain itu, sepuluh tenaga kerja memperlihatkan keterampilannya merakit PJU di assembly. Dalam waktu lima menit seorang tenaga kerja mampu menyelesaikan dua buah PJU.

“Tugasnya nggak berat, cuma memasang dan mengencangkan baut untuk lampu ini,” kata salah satu pekerja, Dayat Pamungkas, 20.

(rs/irw/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia