Rabu, 20 Jun 2018
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Sepeda Motor Turun di Tirtonadi, Pemilik Sambat Adimistrasi Ribet

Senin, 11 Jun 2018 11:45 | editor : Fery Ardy Susanto

Motor pemudik gratis di Terminal Tirtonadi Solo.

Motor pemudik gratis di Terminal Tirtonadi Solo. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

WONOGIRI - Para pemudik yang menggunakan moda transportasi bus mulai berdatangan di Terminal Giri Adipura Wonogiri sejak Kamis (7/6) lalu. Selain menggunakan bus reguler, para pemudik juga berdatangan naik bus gratis pemerintah maupun swasta.

Selain geliat di terminal, sepeda motor milik pemudik yang diangkut truk gratis bantuan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sudah tiba di Terminal Tipe A Tirtonadi, Minggu (10/6) pagi. Pemudik yang tidak sabar mendesak petugas untuk bisa mengambil sepeda motor mereka.

Seperti yang dilakukan Lendra Febri, 28, salah satu pemudik. Dia meminta agar motornya segera bisa diambil. Namun belum diperkenankan oleh petugas yang berjaga.

“Kami sudah sampai kemarin (Sabtu) malam dan motornya saya lihat juga sudah diturunkan, tapi belum bisa diambil. Katanya harus menunggu dulu,” ujar warga yang akan menuju Tawangmangu, Karanganyar ini.

Pria yang sehari-hari bekerja di salah satu perusahaan swasta di Jakarta ini mengatakan proses mudik gratis tahun ini dinilai lebih ribet dari tahun lalu. Tidak hanya pada saat pengambilan sepeda motor saja, namun juga saat registrasi ulang kala pemberangkatan di Jakarta kemarin. Pria ini mengaku sampai harus bolak-balik selama seminggu guna memastikan namanya terdaftar di list pemudik gratis.

“Karena kemarin hari registrasi antara yang daftar online dan offline dijadikan satu. Dampaknya menumpuk, padahal kuota pelayanan dibatasi. Begitu pula saat pengambilan tiket untuk menentukan nomor bus dan nomor duduk. Tidak ada jam dan hari yang pasti sehingga warga yang dituntut aktif,” kata pria yang kala itu mudik bersama sang istri ini

Untuk itu, lanjut Lendra, dia berharap ada evaluasi dari pemerintah terkait terkait sistem registrasi ulang tahun ini.

“Saya cuma kasihan sama penumpang yang lain yang nasibnya sama. Sehingga ke depan bisa ditata lagi, setidaknya ada pemberitahuan hari dan jam untuk registrasi ulang, sehingga tidak perlu bolak balik,” katanya.

Sementara itu, Kepala Terminal Tipe A Tirtonadi mengatakan, proses pengambilan sepeda motor memang dilaksanakan setelah pukul 13.00 siang kemarin. Hal ini agar memudahkan petugas dalam proses pengecekan dan pengambilan kendaraan roda dua tersebut.

“Karena pembelajaran dari tahun lalu, motornya baru datang, namun sudah diserahkan kepada mereka. Jadi tahun ini proses pengambilan dilakukan pukul 13.00. Jadi motor diturunkan dulu, baru pemudik bisa mengambil sepeda motor mereka. Ini supaya fokus petugas di lapangan tidak buyar,” imbuh Joko.

Ditambahkan Joko, sepanjang hari kemarin, Sebanyak 500 sepeda motor dari program mudik gratis Kemenhub sudah tiba di terminal sejak pukul 02.30 sampai 05.00 yang diangkut menggunakan 17 truk. Setelah tiba, sepeda motor diturunkan di sisi timur terminal, tepatnya di dekat bengkel dan tempat cuci motor bus. Sedangkan untuk pemudik gratis Kemenhub, baru tiba 80 orang sekitar pukul 01.00 diangkut menggunakan dua unit bus.

“Jadi nanti setelah (sepeda motor) diambil, keluar lewat pintu darurat sisi timur yang biasanya kita tutup. Supaya tidak mengganggu jalur keluar masuk bus,” kata Joko.

Selain pemudik gratis dari program Kemenhub, dini hari kemarin juga tiba 70 bus beserta satu truk yang membawa 30 unit sepeda motor  dalam program mudik gratis dari Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat. “Karena lebih sedikit, proses pengambilan sepeda motor berjalan cepat, dan antara bus pemudik dan truk pembawa sepeda motor jalan beriringan.

“Agar tidak bercampur dengan sepeda motor dari Kemehub, maka  untuk Dishub Provinsi Jabar kami letakkan di sisi barat kemarin. Ketika tiba motor saya langsung diambil saat itu juga, supaya tidak menumpuk,” ujarnya.

(rs/kwl/atn/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia