Selasa, 19 Jun 2018
radarsolo
icon featured
Features

Jebolan Ponpes Ini Raup Untung Gede dari Camping Organizer

Senin, 11 Jun 2018 14:45 | editor : Fery Ardy Susanto

Jebolan Ponpes Ini Raup Untung Gede dari Camping Organizer

Jebolan Ponpes Ini Raup Untung Gede dari Camping Organizer (SEPTINA FADIA PUTRI/RADAR SOLO)

SELEPAS lulus studi di sekolah Boarding School Majelis Tafsir Alquran (MTA) Solo, Muhammad Widyan Pratama mengaku sempat minder bergaul dengan mahasiswa lainnya. Namun bermodal passion-nya di dunia pecinta alam, Widyan kini moncer sebagai mantan santri pengusaha rental alat outdoor dan camping organizer.

Widyan bukan tipe orang yang senang berdiam diri di rumah. Sejak SMA, saat masih di pondok pesantren (ponpes), dia aktif bergabung dalam komunitas pecinta alam. Menurutnya, kegiatan pecinta alam tak hanya sekadar aktivitas refreshing.

Hobi tersebut ternyata menginspirasinya menjadi ladang bisnis. Menurutnya, prospek bisnis rental alat outdoor semakin menjanjikan. Melihat harga alat-alat outdoor relatif malah.

”Ini berpengaruh pada konsumen yang memilih menyewa daripada membeli sendiri. Nah, sebagai pengusaha saya menangkap peluang itu. Alat outdoor nanti kalau disewakan berkali-kali dan modalnya sudah kembali, tapi kalau dijual juga tetap laku. Malah untungnya berlipat,” jelas alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) ini kepada Jawa Pos Radar Solo.

Bisnisnya ini sudah dirintis sejak Widyan duduk di bangku kuliah. Saat itu, Widyan masih semester empat. Selama itu pula, Widyan merintis beberapa bisnis lainnya. Beberapa kali Widyan gonta-ganti bisnis sebelum akhirnya mantap fokus di bisnis rental alat outdoor dan camping organizer.

”Menunjang bisnis ini, butuh mesin uang. Saya butuh uang dan investasi besar. Nah, saya membentuk bisnis lainnya, yaitu cetak souvenir mug dan pin. Keuntungannya saya maksimalkan untuk menambah aset alat-alat outdoor,” sambung pria asal Ngawi, Jawa Timur ini.

Widyan mengawali bisnisnya sejak akhir 2014. Sebelumnya, ia sibuk bergabung di tour organizer menjadi seorang tour leader. Beberapa kali ia memandu wisatawan ke Malang, Bali, bahkan pernah memberangkatkan turis ke Karimunjawa.

”Dulu saya cari uangnya ngeluyur seperti itu. Tapi seiring berjalannya waktu, kuliah ternyata tidak bisa lagi ditinggalkan. Akhirnya saya mulai manggrok di tempat. Menyewakan alat-alat untuk menunjang orang-orang dolan,” kelakarnya.

Awalnya, hanya menyewakan alat-alat outdoor pribadinya. Seperti tenda, sleeping bag, dan matras. Kemudian asetnya bertambah. Total sekarang ada 50 tenda untuk camping organizer, lengkap dengan sleeping bag, matras, dan nesting.

”Alhamdulillah, bisnis sudah berjalan hampir empat tahun. Sekarang konsumen bukan hanya dari perseorangan, tapi juga komunitas dan instansi,” paparnya.

(rs/aya/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia