Selasa, 19 Jun 2018
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Cadangan Elpiji 10 Persen

Senin, 11 Jun 2018 15:40 | editor : Fery Ardy Susanto

Masyarakat membeli gas melon di sebuah pangkalan di Kota Solo.

Masyarakat membeli gas melon di sebuah pangkalan di Kota Solo. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO - PT Pertamina menyiapkan cadangan 10 persen gas elpiji untuk menghadapi Lebaran. Biasanya, rata-rata konsumsi Lebaran diperkirakan mencapai 26 juta tabung untuk wilayah se-Eks Karesidenan Surakarta. Namun Lebaran kali ini, Pertamina menyiapkan hingga 28 juta tabung.

Manajer Unit Komunikasi dan CSR PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV Jateng dan DIY Andar Titi Lestari mengurai bahwa untuk eks karesidenan Surakarta dicadangkan 10 persen tabung. Rata-rata tiap harinya Pertamina menyiapkan 26 juta tabung untuk konsumsi setiap hari.

”Tapi lebaran nanti stok akan kami tambah 10 persen menjadi 28 juta tabung,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Solo, Minggu (10/6).

Persentase 10 persen ini dirasa lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan Lebaran. Apalagi tingkat konsumsi di Eks Karesidenan Surakarta hanya berkisar di angka 26 juta tabung.

”Sehingga kami yakin tidak ada kekurangan saat lebaran nanti,” imbuhnya.

Sedangkan selama Ramadan kali ini, ada kenaikan sebesar 12 persen dari konsumsi rata-rata tiap harinya. Penambahan yakni sekitar 6 juta tabung tiap hari. Namun hingga saat ini stok gas di Pertamina masih cukup aman untuk memenuhi peningkatan kebutuhan ini.

Harapannya dengan penambahan stok ini tidak ada kekurangan maupun kelangkaan tabung. Apalagi selama ini agen yang ada di lapangan siap siaga, begitu juga dengan yang di pangkalan. Bahkan untuk Sabtu dan Minggu serta hari lebaran agen dan pangkalan tetap buka untuk melayani masyarakat.

Andar mengimbau masyarakat untuk ikut mengendalikan pembelian di pasaran. Supaya nantinya tidak berimbas pada kelangkaan barang.

”Tingkat konsumsi sewajarnya saja. Masyarakat jangan menyetok terlalu banyak. Sebab ketersediaan barang kami sangat mencukupi,” jelasnya.

Sebelumnya Marketing Branch Manajer PT Pertamina DIY & Surakarta, Dody Prasetya bahwa sebenarnya berapapun kebutuhan masyarakat baik untuk BBM maupun elpiji di eks Karesidenan Surakarta, Pertamina siap memenuhi.  Prediksinya untuk bulan Ramadan untuk wilayah eks Karesidenan Surakarta kenaikannya adalah 5,6 juta tabung/bulan. Dirinya akan melihat penyerapan di lapangan seperti apa, jika bagus akan terus ditambah.

“Stok di Boyolali selalu kami jaga untuk memenuhi kebutuhan di Solo Raya. Termasuk estimasi kenaikan kebutuhan 30 persen itu. Kalau toh misalnya ada gangguan, untuk mitigasi kita masih bisa mengandalkan pasokan dari Semarang. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” tandasnya.

(rs/vit/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia