Selasa, 19 Jun 2018
radarsolo
icon featured
Klaten

Antisipasi Macet, Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Senin, 11 Jun 2018 16:25 | editor : Fery Ardy Susanto

Barikade terpasang di kawasan Jalan Raya Jatinom, Minggu (10/6). Kawasan ini menjadi alternatif arus musik yang diprediksi mulai padat, H-5 Lebaran.

Barikade terpasang di kawasan Jalan Raya Jatinom, Minggu (10/6). Kawasan ini menjadi alternatif arus musik yang diprediksi mulai padat, H-5 Lebaran. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

KLATEN - Jalur alternatif telah disiapkan jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) saat arus mudik dan balik Lebaran. Untuk mengurai titik kosentrasi arus kendaraan yang akan melintasi jalur utama Solo-Jogja. Sebab dikhawatirkan bakal terjadi potensi penumpukan kendaraan di sejumlah titik.

Total ada 10 jalur alternatif yang disiapkan untuk sejumlah tujuan di beberapa kota sekitar Klaten. Mulai dari tujuan Boyolali, Sukoharjo, Wonogiri, hingga Semarang.

”Kami sudah mempersiapkan rencana dalam menunjang kelancaran selama arus mudik nanti. Termasuk mengarahkan pemudik ke jalur alternatif sehingga tidak terjebak dalam kemacetan. Secara keseluruhan jalurnya sudah siap untuk dilintasi,” jelas Kepala Dishub Klaten, Slamet Widodo kepada Jawa Pos Radar Solo, Minggu (10/6)

Lebih lanjut, Slamet mengungkapkan, pihaknya telah melengkapi jalur alternatif dengan marka. Termasuk rambu-rambu lalu lintas di 65 titik. Agar memudahkan perjalanan para pemudik.

”Kami juga sudah melakukan rapat koordinasi dengan jajaran Polres Klaten dan DPU-PR terkait penyiapan jalur alternatif ini. Rata-rata semua jalur alternatif dalam kondisi bagus meski di beberapa titik memang ada kerusakan. Untuk rambu-rambu juga sudah kita pasang dari dua arah sekaligus. Sehingga dapat dipahami dari seluruh sisi pengendara,” urai Slamet.

Kasatlantas Polres Klaten, AKP Adhytiawarman Gautama mewakili Kapolres, AKBP Juli Agung Pramono menambahkan, sesuai hasil rapat koordinasi, puncak kepadatan arus mudik Lebaran diprediksi 9-10 Juni. Sementara puncak kepadatan wilayah Klaten sendiri pada 13 Juni.

”Nantinya ada dua kawasan yang diprediksi akan mengalami kepadatan kendaraan. Yakni di Kecamatan Prambanan dan Jatinom. Kawasan Prambanan disebabkan banyaknya kendaraan wisatawan yang memasuki wisata Candi Prambanan. Termasuk juga di Kecamatan Jatinom yang juga merupakan jalur utama,” bebernya.

Mekanisme pengaturan jalan di titik rawan kemacetan ada beberapa opsi. Di antaranya melintasi jalur alternatif yang telah disiapkan. Serta memberlakuan contra flow untuk mengurangi titik kosentrasi kendaraan. Skenario dalam menyikapi akan kemacetan disesuaikan dengan situasi di lapangan.

Sementara itu, pengguna jalan diimbau berhati-hati dalam berkendara. Sebab dari hasil pemetaan yang di jalur Solo-Jogja, terutama di kawasan Delanggu, menjadi titik rawan kecelakaan.

”Untuk meningkatkan layanan kepada para pemudik, kami mendirikan enam posko pengamanan. Di simpang empat Delanggu, depan Masjid Al Aqsha Klaten, Alun-Alun Klaten, Tegalyoso, Prambanan, dan Jatinom,” pungkasnya.

(rs/ren/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia