Jumat, 22 Jun 2018
radarsolo
icon featured
Sragen

Sragen Incar Predikat KLA yang Lepas

Senin, 11 Jun 2018 16:55 | editor : Fery Ardy Susanto

Anak-anak terlihat asyik menggambar wajah mereka sendiri di Sragen.

Anak-anak terlihat asyik menggambar wajah mereka sendiri di Sragen. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

SRAGEN - Kabupaten Sragen berupaya keras mendapat predikat Kota/Kabupaten Layak Anak (KLA). Predikat KLA Pratama pernah digenggam Sragen, meski pada tahun lalu akhirnya lepas. Hal ini menjadi motivasi dinas terkait untuk merebut kembali predikat yang pernah digenggam tahun 2011 dan 2013 lalu.

Pemberian penghargaan KLA bakal dilaksanakan pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 23 Juli mendatang di Kota Surabaya. Sementara penilaian dilakukan sejak awal hingga pertengahan Juni, pemkab pun siap dinilai oleh tim terkait KLA.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) dr. Joko Sugeng Pudjianto mengatakan, beberapa kota dan kabupaten di Jawa Tengah telah dilakukan verifikasi untuk penilaian KLA tersebut pada awal Juni lalu.

”Verifikasi di lapangan dilakukan pusat oleh tim independen dan Sragen dilakukan usai Lebaran,” kata Joko kepada Jawa Pos Radar Solo.

Penilaian dilakukan dengan dengan pemeriksaan dokumen dan cek di lapangan.

”Penilaian dilaksanakan selama tiga hari, di mana dua hari diantaranya melakukan pengecekan langsung ke lapangan,” jelasnya.

Joko mengatakan, pihaknya sudah menjawab 800 pertanyaan dari indikator secara online. Jawaban dari kondisi yang ada di lapangan itu lah yang akan dicek secara langsung oleh tim penilai. Beberapa wilayah sudah dikunjungi tim, diantaranya Kabupaten Tegal, Kota Tegal, Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Kota Solo, Kabupaten Blora dan Kabupaten Rembang.

Pihaknya mengklaim untuk bisa meraih anugerah KLA memang butuh banyak peran dan dukungan dari berbagai pihak. Hal ini tidak bisa dilakukan oleh Pemkab Sragen saja. Dia menjelaskan salah satu nilai tambah yang dimiliki Sragen adalah sudah memiliki rancangan peraturan (raperda) inisiatif DPRD tentang Perlindungan Anak.

”Agar menjadi kota layak anak, ya memang harus ramah pada anak dulu, menekan kekerasan pada anak, menekan putus sekolah dan fasilitas sarana prasarana yang mengacu ramah anak. Jadi ada 14 indikator yang harus dipenuhi,” beber Anggota DPR RI Endang Maria Astuti. 

(rs/ren/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia