Selasa, 19 Jun 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Salurkan Sedekah secara Baik dan Benar

Selasa, 12 Jun 2018 18:02 | editor : Fery Ardy Susanto

Elemen warga Kota Solo membagikan paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan di lapangan Kottabarat, Minggu (10/6).

Elemen warga Kota Solo membagikan paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan di lapangan Kottabarat, Minggu (10/6). (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO - Awal Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri, semangat umat muslim untuk bersedekah terus meningkat. Di sisi lain, memanfaatkan momentum tersebut, pengemis musiman menjamur untuk cari keuntungan.

Karena itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Surakarta mengimbau warga tidak sembarangan memberikan sedekah kepada pengemis musiman.

“Kami mendukung penuh Satpol PP menertibkan PGOT (pengemis, gelandangan, dan orang telantar, Red) selama Ramadan dan Lebaran. Keberadaan pengemis sangat meresahkan warga,” ujar Ketua MUI Surakarta K.H. Subari kemarin.

Ditegaskannya, beragam modus yang dipakai pengemis musiman. Di antaranya datang berkelompok mendatangi rumah warga dan rela menunggu berjam-jam sampai diberi uang.

“Pengemis musiman selalu muncul saat Ramadan dan Lebaran. Kami mengimbau warga agar tidak asal memberikan uang kepada pengemis jalanan. Kalau mereka diberi uang akan mengajak teman-temannya melakukan hal sama,” urainya.

Menurut K.H. Subari, belum tentu pengemis benar-benar miskin secara ekonomi. Mereka bisa saja hanya memanfaatkan momentum Ramadan dan Lebaran untuk mengeruk keuntungan.

“Alquran sudah menjelaskan kriteria orang yang berhak menerima sedekah, zakat, dan sebagainya. Kami juga sudah memberikan sosialisasi kepada warga,” kata dia.

Terpisah, Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Kententraman Masyarakat Satpol PP Surakarta, Agus S Wuryanto mengatakan, pihaknya telah memetakan lokasi jujukan para pengemis. Mayoritas mereka beroperasi di Kecamatan Laweyan dan Kecamatan Pasarkliwon.

Lokasi tersebut dipilih karena tersedia pusat perbelanjaan dan tempat ibadah dengan jamaah cukup banyak.

“Sudah mulai kita tindak sejak awal puasa lalu. Berlanjut pada libur Lebaran. Sasaran razia kami di lokasi wisata dan pertokoan. Setelah diamankan, pengemis itu akan kita serahkan ke dinsos untuk pembinaan,” pungkasnya.

(rs/atn/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia