Selasa, 19 Jun 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Taman Jurug Uji Parkir Elektronik

Selasa, 12 Jun 2018 18:30 | editor : Fery Ardy Susanto

Wisatawan menikmati kuda di Taman Satwa Taru Jurug.

Wisatawan menikmati kuda di Taman Satwa Taru Jurug. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO - Manajemen Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) akan menguji sistem parkir elektronik pada libur Lebaran. Ini guna memberikan pelayanan lebih baik kepada masyarakat dan memperbaiki sistem pengelolaan parkir.

Direktur Utama TSTJ, Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso mengatakan, sistem parkir elektronik diterapkan untuk menciptakan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan. Dengan sistem tersebut, pendapatan dari sektor parkir akan lebih terbuka. Kenyamanan masyarakat juga terjaga.

“Penerapan parkir elektronik dimulai tanggal 15 Juni. Kita bekerja sama dengan pihak ketiga. Diterapkan yang di dalam pagar TSTJ saja. Untuk di luar pagar bukan wilayah kami,” terang Bimo, Senin (11/6).

Musim Lebaran kali ini dia memasang target tinggi untuk jumlah kunjungan. Tak main-main, 120.000 tiket diperkirakan bakal ludes terjual pada event Pekan Syawalan TSTJ 15-19 Juni.

Menurutnya, target tinggi yang dipasang adalah perhitungan yang sangat realistis. Mengingat animo masyarakat untuk mengunjungi taman satwa terbesar di Jawa Tengah itu semakin meningkat setiap tahunnya. Sesuai catatatan pada 2017 TSTJ berhasil membukukan tingkat kunjungan sebanyak 76.000 pengunjung.

“Untuk tahun ini kita menargetkan kunjungan ke TSTJ 80.000 pengunjung. Ditambah ke taman lampion pada malam hari sekitar 40.000 pengunjung,” terangnya.

Taman Lampion, lanjut Bimo, menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk datang ke TSTJ, karena di Kota Bengawan masih sangat minim wahana hiburan pada malam hari.

Satu paket dengan taman lampion, masyarakat juga dapat menikmati air mancur menari.

“Air mancur menari sudah mulai beroperasi kembali mulai 9 Juni kemarin. Sebelumnya memang ada perbaikan tetapi sekarang sudah selesai. Orang ke taman lampion memang salah satunya ingin lihat air mancur menari,” bebernya.

Selama Pekan Syawalan, TSTJ mulai beroperasi pukul 07.30 hingga 16.00. Dengan harga tiket Rp 20.000, pengunjung dapat menikmati aneka fasilitas seperti arena foto satwa, stand ekspo, dan hiburan musik.

Sales Marketing PT Cikal Bintang Bangsa Sigit Iwan mengatakan,  perbaikan fondasi air mancur menari telah rampung.

“Kita akan show sekitar empat kali setiap malamnya. Khusus untuk malam Lebaran, kita kurangi menjadi dua atau tiga kali sesuai kondisi lapangan,” katanya.

(rs/irw/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia