Selasa, 19 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Features Sidoarjo

Moh Hamdani, Dai Cilik asal Sidoarjo

Kalah Lomba Justru Membuatnya Makin Terlecut

Kamis, 26 Oct 2017 09:10 | editor : Lambertus Hurek

PRESTASI: Kabag Ops Polresta Sidoarjo Kompol Edi Susanto (tengah) bersama Kasatresnarkoba Polresta Sidoarjo Kompol Sugeng Purwanto (kiri) menyerahkan piala kepada Moh Hamdani.

PRESTASI: Kabag Ops Polresta Sidoarjo Kompol Edi Susanto (tengah) bersama Kasatresnarkoba Polresta Sidoarjo Kompol Sugeng Purwanto (kiri) menyerahkan piala kepada Moh Hamdani. (SURYANTO/RADAR SIDOARJO)

Ketika disebutkan Mohammad Hamdani sebagai pemenang lomba Dai/Daiyah Pondok Pesantren (Ponpes) menang, tepuk tangan pun bergemuruh. Ya, peserta dengan nomor 7 ini memenangkan lomba yang diselenggarakan Polresta Sidoarjo itu.

GUNTUR IRIANTO

Wartawan Sidoarjo

MOHAMMAD Hamdani mengusapkan kedua tangannya ke muka tanda bersyukur. Santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Kecamatan Tanggulangin ini kemudian berdiri dan berjalan untuk menerima tropi. Ia pun kemudian disambut Kasatresnarkoba Polresta Sidoarjo Kompol Sugeng Purwanto dan Kabag Ops Polresta Sidoarjo Kompol Edi Santoso. 

“Saya sempat tidak percaya menjadi juara I karena saya tidak menargetkan apa-apa. Saya hanya melakukan lakukan yang terbaik,” kata siswa berusia 15 tahun ini.

Hamdani ini memang berbeda dengan peserta lain. Perawakannya kecil namun ia sudah menginjak kelas IX di pondok pesantren tersebut. Namun meski perawakannya kecil, dari nada suaranya nampak ketegasan dan tidak canggung saat berhadapan dengan orang lain. Ini yang menjadi modalnya dalam setiap mengikuti lomba, baik pidato maupun ceramah agama. 

“Saya menyiapkannya selama dua minggu untuk ikut lomba ini,” lanjut Handani.

Ia mengaku, sebelumnya tidak memiliki keahlian untuk berdakwah seperti sekarang ini. Ia mulai mengasahnya ketika masuk ke pondok pesantren. Salah satu guru di sana melihat bakatnya, lalu ia mengasahnya dan Handani pun terus dilatih. Untuk menyiapkan mental, Hamdani pun tak jarang ikut lomba. “Pertama kali mengikuti lomba langsung kalah, tapi saya terlecut untuk berbuat yang terbaik dengan terus berlatih,” tambah dia.

Kemudian ia mulai mengikuti beberapa lomba mewakili pondok pesantrennya. Hingga prestasi mulai didapatkannya saat mengikuti Ajang Kompetensi Olahraga dan Seni Madrasah (Aksioma). Dalam ajang ini ia mengikuti lomba pidato agama ia menjadi juara tingkat Kecamatan Tanggulangin. Kemudian ia juga menyabet juara tingkat Kabupaten Sidoarjo, hingga ia pun kembali menyabet juara dua untuk lomba dakwah antara madrasah dan MTs se-Sidoarjo. 

“Untuk tingkat Provinsi belum juara. Semoga setelah ini bisa mendapat juara di tingkat provinsi,” jelasnya.

Ia mengaku, bakatnya berpidato atau ceramah ini bakat turun temurun dari sang ayah. Selama ini orang tuanya dikenal sebagai MC pernikahan dan berbagai acara yang dilaksanakan di tempat tinggalnya Desa Sepande, Kecamatan Candi. 

(sb/rek/rek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia