Jumat, 22 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Politik

Tak Teken Setia Pancasila, PNS Tak Dapat Uang Pensiun

Jumat, 01 Dec 2017 20:20 | editor : Abdul Rozack

Ilustrasi: PNS sedang apel pagi

Ilustrasi: PNS sedang apel pagi (Dokumen Radar Surabaya)

SURABAYA-Pemprov Jatim kembali mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) terhadap integritas. Sumpah janji pun dilakukan. Bagi yang tidak melakukan, terancam tidak menerima dana pensiun. 

Gubernur Jatim Soekarwo mengatakan, pihaknya mengingatkan kembali mengenai janji ASN tersebut. Terutama perihal taat dan setia pada Pancasila dan UUD 1945. “Tidak boleh ASN tidak berlandas pada Pancasila, UUD 1945 dan harus mengabdi untuk kepentingan pemerintah. Ini penting karena peraturan pemerintah tentang organisasi non Pancasila tidak boleh jadi ASN,” ujar Pakde Karwo, sapaan akrab Soekarwo, Kamis (30/11).

Bahkan gubernur kelahiran Madiun ini mengingatkan jika tidak menandatangani janji tersebut, tidak akan menerima uang pensiun. Maka dari itu, semua ASN di Jatim harus menandatangani janji tersebut, jika tidak ingin dana pensiunnya hilang. 

Menurutnya, begitu pentingnya janji ini, karena ideologi bangsa ini merupakan sumber dari segala sumber. Oleh sebab itu menjadi sangat penting sebagai pegangan bagi aparatur negara. Pakde Karwo pun meminta kepada ASN yang tidak taat serta setia pada Pancasil agar mengundurkan diri. “Baru kemudian, kami akan membuat dan merencanakan untuk mempermudah pelayanan masyarakat. Saya minta sekali lagi jangan sampai ASN di Jatim ada ekstrim kemudian Densus masuk,” urainya. 

Kepala Badan kepegawaian Daerah (BKD) Jatim Siswo Herutoto mengakui bahwa ada beberapa persyaratan pengajuan dana pensiun. Salah satunya adalah mengenai penandatanganan janji tersebut. Kalau syarat tersebut kurang, tentunya menyulitkan bagi ASN yang mengajukan uang pensiun. 

“Janji itu sebenarnya sudah beberapa kali dilakukan. Tapi yang sekarang ini Pak Gubernur (Soekarwo) baru memulai lagi. Sebab, kaitannya dengan tata kelola administrasi yang baru. Sehingga kami harapkan dedikasinya ASN meningkat,” kata Siswo. 

Dia mengakui pengambilan janji diperbaharui, untuk mengingatkan kembali kepada pegawai negeri tentang integrasi, dedikasi dan loyalitas. Mengingat saat ini pemerintah sedang gencar-gencarnya menggalakkan anti gratifikasi. “Mengingatkan kembali,” ungkapnya saat ditemui seusai upacara peringatan Hari Korpri di Gedung Negara Grahadi.   

Heru menyebutkan, janji tersebut berlaku bagi semua PNS di Jatim. Nantinya bakal dilakukan pendataan terkait penandatanganan janji ini. Sementara jumlah ASN di Jatim ada 54 ribu lebih orang. Dari jumlah tersebut kesemuanya, baik itu golongan I hingga IV wajib menandatangani janji sumpah tersebut.(bae/no)

(sb/bae/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia