Rabu, 20 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya
Anggaran Bantuan untuk SMA dan Sederajat

Dewan Minta Pemkot Pantau Anak Putus Sekolah

Rabu, 13 Dec 2017 08:20 | editor : Abdul Rozack

Quote Komisi D DPRD Surabaya

Quote Komisi D DPRD Surabaya (QUOTE)

SURABAYA – Komisi D DPRD Surabaya meminta agar pengawasan terhadap anak yang belum bisa sekolah dilakukan oleh Dinas Pendidikan dengan baik. Koordinasi antar instansi diharapkan bisa memonitor anak kurang mampu yang membutuhkan perhatian untuk mengenyam pendidikan. 

Ketua Komisi D DPRD Surabaya Agustin Poliana mengatakan, Pemkot Surbaya jangan sampai kecolongan dengan anak tidak sekolah karena masalah ekonomi. Hal tersebut harus dikoordinasikan dengan kelurahan, kecamatan hingga dinas terkait agar bisa sekolah. 

“Sekolah gratis untuk SD dan SMP harus bisa menyentuh semua akar masyarakat di Surabaya,” terangnya, Selasa (12/12). 

Menurutnya, ada masyarakat miskin yang dikhawatirkan takut menyekolahkan anaknya karena masalah biaya. Karena itu diharapkan bisa ada perhatian di masing-masing wilayah untuk kondisi ekonomi masyarakatnya. “Jangan sampai terhambat untuk sekolah,” katanya. 

Politisi PDI Perjuangan ini mengungkapkan, untuk jenjang SMA sederajat Pemkot juga telah mengalokasikan anggaran Rp 2,2 miliar untuk program sanggar kegiatan belajar (SKB), dikhususkan bagi anak putus sekolah di jenjang SMA sederajat. 

“Karena SMA sederajat bukan kewenagan pemkot maka bantuan pendidikan dialokasikan melalui SKB,” ucapnya. 

Selain itu, tambahnya, pemberian beasiswa bagi siswa berprestasi, khususnya bagi siswa miskin juga harus dilakukan oleh Dinas Pendidikan. Diharapkan, dengan apresiasi tersebut maka dapat meningkatkan efektivitas belajar siswa agar terus meningkat. “Kami akan setujui semua program yang berhubungan dengan kemampuan peningkatan kapasitas siswa di bidang pendidikan,” pungkasnya. (vga/nur) 

(sb/vga/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia