Jumat, 22 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Ciputra Group Kembangkan Superblok Kelas Middle Rp 4 T

Sabtu, 16 Dec 2017 08:00 | editor : Abdul Rozack

Sutoto Yakobus (tengah ) didampingi Andy Wahono dan Hendra Lauw saat menjelaskan rencana mengembangkan superblok baru kelas middle dengan total invest

Sutoto Yakobus (tengah ) didampingi Andy Wahono dan Hendra Lauw saat menjelaskan rencana mengembangkan superblok baru kelas middle dengan total investasi Rp 4 triliun di kawasan Wiyung Surabaya, di Ciputra World Surabaya (ABDULLAH MUNIR/RADAR SURABAYA)

SURABAYA-Setelah sukses mengembangkan superblock Ciputra World Surabaya (CWS), Ciputra Group kembali akan mengembangkan superblock baru dengan investasi sekitar Rp 4 triliun. Hanya saja, kali ini kelas yang dibidik berbeda yakni kelas middle. 

Sutoto Yakobus, direktur PT Citra Mentari Propertindo– perusahaan patungan Ciputra Group dengan mitra kerjanya– mengatakan, superblock baru tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 7,5 hektar. Rencananya akan dibangun 8-10 tower dan bertahap.

“Kali ini mix-used untuk segmen middle karena lokasinya berbeda dengan Ciputra World Surabaya yakni di kawasan Wiyung Surabaya,” ujar Sutoto Yakobus didampingi Andy Wahono, direktur dan Hendra Lauw, general manager mix used yang belum diberi nama tersebut. 

Dikatakan, tahap awal akan dikembangkan dulu mal dan dua tower apartemen. Investasinya diperkifrakan mencapai Rp 1 triliun. Untuk mal luasnya sekitar 55.000 meter persegi dan apartemennya luasnya 80.000 meter persegi. 

Segmen market apartemen yang dibidik kali ini kelas middle dengan harga sekitar Rp 400-an juta. Penjualan akan dimulai pada kuartal pertama tahun 2018. Sementara pembangunan mall dan apartemen akan dimulai pada akhir tahun 2018. 

“Setelah itu, pembangunan akan kami lanjutkan dengan tower-tower berikutnya yakni untuk office, apartemen, hotel, dan soho. Mix-used ini akan menggabungkan konsep hunian, working destination, komersial area, dan lifestyle mall,” tambah mantan Ketua DPD REI Jatim ini. 

Dia optimistis, kehadiran superblock baru tersebut akan mendapat respons positif dari customer. Pasalnya, harga yang ditawarkan relatif masih terjangkau. Selain itu, kawasan di sekitarnya merupakan kawasan perumahan yang sudah hidup. 

Selain itu, apartemen dibangun di dalam kompleks yang lengkap fasilitasnya sehingga akan lebih menarik bagi customer. Hal ini berbeda dengan apartemen yang dibangun sendiri. Karena itu, pihaknya tetap yakin meskipun saat ini persaingan apartemen kelas middle cukup ketat. 

“Market apartemen masih bagus. Sebab, nanti hunian juga akan semakin bergeser ke pinggir karena harga tanah di kota sudah terlalu mahal. Sehingga apartemen menjadi pilihan,” tandas mantan Ketua DPD REI Jatim ini. (fix/hen)   

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia