Jumat, 22 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Persona Surabaya
Kepala Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya

Rachmat Supriady, S.H.M.H Terapkan Sistem Pantau Langsung Perkara

Kamis, 21 Dec 2017 03:11 | editor : Wijayanto

MANTAN JAKSA KPK: Rachmat Supriady, S.H.M.H di ruang kerjanya.

MANTAN JAKSA KPK: Rachmat Supriady, S.H.M.H di ruang kerjanya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

RACHMAT Supriady sudah empat bulan ini dipercaya menjadi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tanjung Perak Surabaya. Meskipun terhitung baru, tapi ia sudah langsung dihadapkan pada perkara yang cukup menyita perhatian. Rachmat menjadi salah satu jaksa yang menangani perkara yang menarik perhatian yakni ujaran kebencian. Di sela kesibukannya, wartawan Radar Surabaya Mochammad Khaesar Januar Utomo mendapat kesempatan berbincang dengan mantan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu. Berikut petikannya. 

Selamat pagi, Pak?

Pagi, Mas. Mari, mari silahkan duduk.

Kelihatannya sibuk sekali ya, Pak?

Betul, Mas. Alhamdulillah  sudah selesai tangani perkara yang menjadi atensi dan perhatian publik. Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya telah menvonis perkara ujaran kebencian dengan terdakwa Alfian Tanjung.  Dengan demikian tugas sebagai jaksa penuntut umum saya sudah selesai.

Wah, Pak, baru empat bulan sudah  langsung turun sendiri menjadi jaksa yang menyidangkan Alfian Tanjung. Tentunya hal itu cukup menyita perhatian.

Iya, Mas. Meskipun begitu saya juga menekankan semua kasi-kasi yang ada di Kejari Tanjung Perak untuk tidak malu jika menyidangkan perkara. Karena saya sendiri akan menyidangkan perkara -perkara yang memang menjadi perhatian publik. Jadi, tak perlu malu dan merasa senior.

Bagaimana perasaan Bapak setelah diumumkan memimpin Kejari Tanjung Perak Surabaya?

Awalnya saya tidak menyangka sama sekali jika akan memimpin (Kejari) Tanjung Perak. Saking tidak percayanya, saya beberapa kali sempat bertanya ke pimpinan. Saat itu saya yakin dapat menjadi lebih baik lagi Kejari Tanjung  Perak  Surabaya harus lebih baik.

Lalu, dengan cara apa Bapak akan mengubah image Kejari Tanjung Perak?

Saya mengubah instansi ini mulai dengan penanganan perkaranya.  Selama ini isu  pemberitaan miring mengenai Kejari Tanjung Perak. Makanya saya ingin mengubah itu semua agar lebih baik ke depannya.

Apa yang membuat Bapak yakin masuk ke Kejari Tanjung Perak, dan mengubah nama baik Kejari Tanjung Perak?

Adanya dukungan dari pimpinan yang memang membuat saya yakin dapat mengubah image Kejaksaan Negeri Tanjung Perak lebih baik ke depannya. Dimana Kejari Tanjung Perak ini memang termasuk kejaksaan tipe C, namun dari perkara yang didapatkan juga hampir sama dengan Kejari Surabaya. 

Dengan cara seperti apa Bapak mulai menerapkan untuk penanganan perkara? 

Saya mengingatkan ke jaksa-jaksa untuk mengambil sikap dalam penanganan perkara. Setiap penanganan perkara dan semua tugas harus sesuai SOP. Jadi, ini yang perlahan untuk saya ubah. Termasuk masalah perkantoran, saya juga bisa turun langsung. 

Seperti apa Bapak akan turun tangan langsung dalam urusan perkantoran?

Contohnya banyak, Mas. Misalnya, Saya harus turun langsung membuat surat dakwaan, tuntutan atau sidang. Setidaknya saya akan mengubah image yang sebelumnya kurang baik tentang Kejari Tanjung Perak dengan segala kemamuan saya. Maka ini yang membuat saya terus lakukan pembenahan, agar ke depannya Kejari Tanjung Perak mempunyai nama yang jauh lebih baik lagi.

 

Sebelumnya Bapak sudah lama menjadi jaksa di KPK. Bisa diceritakan pengalamannya, Pak? 

Kami di KPK itu memang digajinya cukup besar jika dibandingkan jaksa seangkatan saya saat itu. Namun, pekerjaan di KPK memang lebih terstruktur. Jadi,  perkejaan semakin mudah untuk dilakukan.

Apa perbedaan antara menjadi jaksa di KPK dan jaksa di daerah?

Sebenarnya sama saja, Mas. Karena tugas kami sama-sama melakukan penegakan hukum. Hanya saja kalau di KPK, khusus untuk tindak pidana korupsi. Sedangkan jika jaksa yang bertugas di Kejari, Kejati dan Kejagung tugasnya lebih banyak bukan hanya perkara korupsi.

Selama empat tahun menjadi jaksa KPK, perkara menarik apa saja yang Bapak tangani?

Perkara yang menjerat Mindo Rosalina Manulang (kasus Wisma Atlet), dan Moch. L. Idris yang terjerat kasus Wisma Hambalang. Jadi, perkara itu yang memang menarik buat saya. Karena memang dari keterangan saksi itu terbuka semua dan menjerat siapa saja. 

Ke depannya apa yang akan Bapak lakukan untuk kemajuan Kejari Tanjung Perak?

Saya ingin menerapkan intranet di sini. Sistem ini dapat mempermudah jika adanya penanganan perkara agar lebih cepat. Adanya kontrol perkara, mulai SPDP dan berkas masuk hingga pembuatan tuntutan. (*/opi)

(sb/sar/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia