Senin, 18 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Politik

Penghapusan Subsidi Benih Disayangkan

Rabu, 03 Jan 2018 08:47 | editor : Abdul Rozack

KUNJUNGAN: Anggota Komisi VI DPR RI Bambang Haryo Soekartono (kanan) saat mengunjungi PT Pertani (Persero) Jawa Timur membahas mengenai rencana pemeri

KUNJUNGAN: Anggota Komisi VI DPR RI Bambang Haryo Soekartono (kanan) saat mengunjungi PT Pertani (Persero) Jawa Timur membahas mengenai rencana pemerintah untuk menghapus subsidi benih. (istimewa)

SURABAYA – Rencana pemerintah untuk menghapus subsidi benih padi bagi para petani ternyata memunculkan kekhawatiran pihak-pihak tertentu. Tak terkecuali Bambang Haryo Soekartono. Anggota Komisi VI DPR RI yang menyayangkan rencana pemerintah tersebut. 

Menurut Bambang, adanya penghapusan subsidi senilai Rp 1,3 triliun per tahun yang akan diberlakukan tahun 2018 ini dapat berakibat pada turunnya gairah petani untuk menanam. “Dampak yang akan terjadi akan jauh lebih tinggi. Benih padi yang selama ini hanya Rp 2.500 per kilogram (kg) jadi naik hingga mencapai harga Rp 11.000 per kg,” tukas Bambang. 

Apalagi, lanjut dia, jika saat musim tanam tiba, permintaan akan ikut tinggi sementara mekanisme pasar bebas berlaku untuk benih.

Politikus Fraksi Partai Gerindra tersebut mengkhawatirkan saat benih padi unggulan mahal, petani menjadi malas ke ladang dan dampaknya area tanam padi menyusut serta pasokan beraspun merosot tajam. “Sehingga adanya subsidi pupuk hingga puluhan triliun pun percuma jika area tanam padinya berkurang,” ujar dia. 

Selain itu, Bambang mengatakan, ketakutan lainnya adalah pada saat benih bersertifikat menjadi mahal, petani lebih memilih benih mereka sendiri atau membeli dari petani lainnya yang tentu keunggulannya pun tidak terukur. Jika terus berlangsung, bukan tidak mungkin benih yang beredar di petani justru benih yang kualitas rendah dengan rendemen atau hasil produksi yang tidak maksimal pula tentunya. 

Tak hanya menyurutkan semangat petani, saat mengunjungi PT. Pertani (Persero) Jawa Timur, Sabtu (30/12), Bambang Haryo juga melihat kekecewaan dari BUMN yang bergerak di sektor pertanian tersebut. Pasalnya, PT Pertani sendiri sedang menyiapkan tiga varietas benih baru yang digadang-gadang mampu menggantikan varietas Ciherang. Yakni Impari 30, Impari 32, dan Impari 33. Jika varietas Ciheran mampu menghasilkan panen 8 ton per hektar, maka varietas Impari mampu panen hingga 10 ton per hektar. Soal rasa dan kualitas antara Ciherang dan Imparipun hampir sama, hanya saja produksi Impari lebih bagus  dan sudah diujicobakan di lahan petani. 

“Saya geram dengan kebijakan yang tidak berpihak kepada petani. Kita mengharapkan tidak hanya subsidi pupuk saja yang diberikan, melainkan subsidi benih juga harus diberikan sehingga bisa sinkron. Kalau begini bukannya swasembada pangan, perekonomian Indonesia bisa semakin jatuh akibat salah  kebijakan,” tegas Bambang. 

Pada kesempatan itu juga, Bambang juga menagih janji Menteri Pertanian yang memastikan pihaknya tidak akan impor beras lagi. Melainkan akan mengupayakan ekspor beras, dengan harapan produksi beras dalam negeri terus meningkat. (rul/hen)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia