Minggu, 24 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Peresmian Jembatan Ratna Kembali Molor

Jumat, 12 Jan 2018 08:30 | editor : Abdul Rozack

TERTUNDA: Pekerja menyelesaikan pembangunan Jembatan Ratna di kawasan Ngagel, Kamis (11/1). Peresmian jembatan ini terancam tertunda akibat sejumlah s

TERTUNDA: Pekerja menyelesaikan pembangunan Jembatan Ratna di kawasan Ngagel, Kamis (11/1). Peresmian jembatan ini terancam tertunda akibat sejumlah sarana penunjang yang belum tersedia. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Pengoperasian Jembatan Ratna di kawasan Ngagel dipastikan kembali molor. Rencana pengoperasian pada awal Januari masih terganjal sejumlah infrastruktur, yakni traffic light (TL). Ditargetkan jembatan yang menggunakan anggaran corporate social responsibility (CSR) tersebut akan beroperasi pada Maret 2018.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya Irvan Wahyu Drajat mengatakan, ada sejumlah pengerjaan yang belum rampung terkait penunjang mekanisme rekayasa lalu lintas. Di antaranya pengadaan TL belum dapat dilakukan dalam waktu dekat karena masih menunggu persiapan dari Dinas PU Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) dan Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH). 

"Membongkar median Jalan Bengawan-Darmo nanti akan dilakukan oleh DPUBMP," katanya, Kamis (11/1).

Dia mengungkapkan, median jalan tersebut menjadi penghalang akses jalan yang menghubungkan Jalan Bengawan ke Jembatan Ratna. Oleh karena itu, pihaknya bersama DPUBMP akan mengepras median jalan terlebih dahulu. "Masih butuh proses untuk pembongkaran," imbuhnya. 

Menurutnya, dengan pengerjaan fisik yang masih dikerjakan, pengoperasian Jembatan Ratna diperkirakan pada Maret 2018. Meski akses untuk pembangunan Jembatan Ratna tersebut sudah rampung, tapi harus ditunjang dengan rekayasa lalu lintas yang tepat. 

"Biar pengguna kendaraan bisa lancar dan aman," jelasnya.

Dia menambahkan, saat ini Dishub Surabaya sedang memantapkan manajemen rekayasa arus lalu lintas sebelum Jembatan Ratna diresmikan. Fungsi Jembatan Ratna untuk memperlancar distribusi lalu lintas dan mengurai kepadatan kendaraan, utamanya dari arah barat ke timur dan timur ke barat, yakni Jalan Ngagel menuju Jalan Bengawan. Terkait rekayasa lalu lintas, Irvan mengaku sudah melakukan koordinasi dengan Polrestabes Surabaya, Pangdam V/Brawijaya dan Polda Jatim. 

"Nantinya dalam pengoperasian jembatan harus bisa dipahami oleh semua kalangan," ujarnya.

Ketua Komisi C DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri mengatakan, infrastruktur yang dibangun harus bisa mencari solusi untuk kemacetan jalan. Salah satunya Jembatan Ratna yang digunakan untuk meminimalisir kemacetan di kawasan Ngagel. "Lebih cepat pengoperasian Jembatan Ratna akan lebih baik," pungkasnya. (vga/nur)

(sb/vga/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia