Jumat, 22 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Features Surabaya

Kerajinan dari Tulang Sapi, Hasilkan Kalung dan Pernak-Pernik Cantik

Sabtu, 13 Jan 2018 09:20 | editor : Abdul Rozack

KREATIF: Juli Gunar memperlihatkan salah satu karyanya asesori dari tulang sapi bekas, Kamis (11/1).

KREATIF: Juli Gunar memperlihatkan salah satu karyanya asesori dari tulang sapi bekas, Kamis (11/1). (Ginanjar Elyas Saputra/Radar Surabaya)

Surabaya – Tulang sapi bekas dari rumah pemotongan hewan dijadikan ladang rejeki. Tulang-tulang yang telah dibuang tersebut dapat digunakan untuk kerajinan asesori menarik.   

Dengan mengandalkan keahlian otodidak, Juli Gunar, menekuni usahanya sebagai perajin kalung yang terbuat dari tulang sapi. Tulang-tulang itu dirangkainya satu persatu hingga menjadi daya tarik di pasaran. 

Dia mengungkapkan, usaha yang digelutinya itu bermula pada akhir 2011. Saat itu, dia rela meninggalkan pekerjaanya sebagai desain interior di salah satu perusahaan swasta. 

Setelah keluar dari pekerjaanya, Juli berniat untuk mengikuti pelatihan di Koperasi Setia Bhakti Wanita, Jalan Jemur Andayani 55 Surabaya. “Sulunya itu saya hanya ikut-ikutan pelatihan, terus ikut komunitas juga. Lalu, ikut pelatihan di Dinas Koperasi, juga sambil belajar di internet,” jelas lulusan UIN Surabaya jurusan bimbingan konseling ini kepada Radar Surabaya, Kamis (11/1).

Awal memulai usaha, dia mengatakan, butuh modal Rp 1 juta untuk membuat asesori seperti gelang dan bros manik-manik. Sehari dia mengaku dapat memproduksi sekitar 20 kalung, bahan-bahan yang digunakan seluruhnya menggunakan bahan dari daur ulang. Seperti tulang sapi yang dibeli di Jember. Bahan yang digunakan tidak hanya dari tulang sapi saja, namun juga dikombinasi dengan kayu maupun batu Kalsedon yang biasa di kenal batu akik. 

Rencananya, Juli  akan menggunakan kain perca motif batik untuk karya berikutnya. Hingga kini ia memfokuskan karyanya pada usaha kalung tulang sapi dan tembaga bekas dinamo. Per kalungnya dijual dengan harga rata-rata Rp 35.000, kalung-kalung tersebut tersebar di berbagai daerah seperti Bali, Halmahera, Palembang, Batam, dan Jakarta. “Kedepannya saya ingin mencoba ekspor ke luar negeri dan dapat mengenal juga ciri khas pernak-pernik Indonesia,” ujar dia. (gin/hen)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia