Sabtu, 23 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle
Bromo Masih Jadi Destinasi Favorit

2019, Pemprov Targetkan Sejuta Wisman

Sabtu, 13 Jan 2018 17:32 | editor : Abdul Rozack

EKSOTIS: Para wisatawan menunggu sunrise di Gunung Bromo yang berada didalam Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Probolinggo.

EKSOTIS: Para wisatawan menunggu sunrise di Gunung Bromo yang berada didalam Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Probolinggo. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Dinas Pariwisata Jawa Timur (Jatim) mengklaim jumlah wisatawan mancanegara (wisman) 2017 meningkat dibanding tahun sebelumnya. Pemprov pun optimis target satu juta wisman pada 2019 bisa terpenuhi. 

Kepala Dinas Pariwisata Jarianto mengatakan, data yang masuk ke mejanya sampai November 2017 total wisman mencapai 623 ribu orang. Jumlah itu meningkat dibanding 2016 yang hanya tercatat 618 orang. 

"Itu belum maksimal. Data kami belum masuk semua. Desember belum masuk seluruhnya," ujar Jarianto, Jumat (12/1). 

Dia melanjutnya, dari sekian banyak wisman yang berkunjung ke Jatim, Gunung Bromo masih menjadi destinasi favorit. Sebanyak 20 persen sampai 25 persen pelancong luar negeri memilih Bromo sebagai kunjungan wajibnya. Diikuti kemudian beberapa tepat wisata yang ada Banyuwangi, Pacitan, Malang dan beberapa tempat wisata lainnya. 

"Pemerintah pusat menargetkan kunjungan wisman di Jatim mencapai satu juta orang pada 2019. Kami optimis bisa tercapai," bebernya kepada Radar Surabaya. 

Tidak hanya wisman yang bertambah, wisatawan nusantara (wisnus) juga ikut meningkat. Pada tahun lalu dibulan yang sama total ada 58 juta orang lebih. Meningkat dibanding tahun sebelumnya mencapai 54 juta orang. 

Ziarah makam wali jadi yang terbanyak dikunjungi. Keberadaan makam lima dari sembilan wali di Jatim rupanya turut mendongkrak wisnus datang ke Jatim. "Belum lagi makam-makam wali dan para ulama lainnya. Itu juga menyumbang banyaknya jumlah Wisnus," ungkap Jarianto. 

Meningkatnya jumlah wisnus dan wisman, senada dengan naiknya produk domestik regional bruto (PDRB) Jatim. Meski secara resmi belum dirilis oleh badan Pusat statistik (BPS), Jarianto memprediksi ada kenaikan dibanding 2016. 

"Insya Allah juga ada pertumbuhan secara signifikan," akunya. 

Dia menyebutkan kurang lebih Rp 110 triliun PDRB Jatim dari sektor pariwisata pada 2017. Naik dari sebelumnya Rp 106 triliun. Tentunya jumlah tersebut menyumbang pendapatan domestik bruto (PDB) nasional sebanyak 20-25 persen dari sektor pariwisata. 

"Itu angka yang masuk ke kami," sebutnya. 

Diungkapkan Jarianto, pemprov terus melakukan upaya salah satunya dari mahasiswa dari luar negeri yang kuliah di beberapa kampus dalam negeri keliling objek di Jatim. "Semacam study tour atau semacam farm trip. Yang ngajak kami dan yang biyai kami. Mereka saya minta dokumen disitu, dengan catatan bisa ikut jadi agen pariwisata kami," tandasnya. (bae/rud)

(sb/bae/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia