Jumat, 22 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Rehap Balai Pemuda, Jadi Laboratorium Seni dan Budaya

Sabtu, 13 Jan 2018 17:43 | editor : Abdul Rozack

Fenomena Balai pemuda Surabaya

Fenomena Balai pemuda Surabaya (Dokumen Radar Surabaya)

Konsep penggunaan fasilitas kawasan Balai Pemuda terus dimatangkan oleh Pemkot Surabaya. Selain pembangunan gedung yang sudah akan dilakukan, Pemkot juga mengerucutkan konsep untuk penyediaan laboratorium kesenian dan budaya di kawasan Balai Pemuda. 

Vega Dwi Arista/Radar Surabaya

Konsep tersebut akan dibicarakan dengan Dewan Kesenian Surabaya (DKS) dan Bengkel Muda Surabaya (BMS) agar mekanisme penggunaan serta tempatnya bisa manfaat untuk menampung kreasi seni para budayawan dan seniman Surabaya. 

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKPCKTR) Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, Balai Pemuda akan dijadikan sebagai space kebudayaan dan kesenian dan bukan center kesenian dan kebudayaan. Konsep tersebut akan diwujudkan agar ada wadah serta tempat berkreasi untuk memperkenalkan Surabaya. “Konsep itu sedang kita matangkan,” ujar Eri Cahyadi. 

Harapanya, lanjut Eri, Balai Pemuda sebagai space kebudayaan dan kesenian sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Selain Hi Tech Mall yang juga dikonsep untuk tempat wadah kegiatan festival budaya, ruang terbuka di Balai Pemuda juga akan difungsikan dengan baik. 

Bagaimana caranya? Eri menyebutkan, space terbuka yang cukup luas tersebut akan terhubung depan Rumah Bahasa, depan Galeri DKS, hingga depan Gedung Merah Putih. 

Tidak hanya area terbuka saja, tetapi pihaknya juga akan memberikan tambahan pembangunan untuk mempercantik kawasan laboratorium budaya tersebut. Di antaranya panggung serta tempat duduk penonton agar semakin nyaman. 

“Nilai seninya bisa bertambah dengan ruang yang ada dan fasilitas yang dilengkap,” jelasnya. 

Untuk menunjang konsep itu, saat ini juga sudah disiapkan lahan parkir di bawah. Parkir tersebut untuk mewadahi para pengunjung yang ingin belajar maupun menikmati hiburan dari para seniman dan budayawan Kota Pahlawan. Berbagai perencanaan juga akan dilakukan lagi agar bisa menambah fasilitas dengan baik. 

“Akan kita bicarakan lagi dengan DKS dan BMS,” ucapnya.

Kawasan Balai Pemuda, imbuhnya, akan tetap dijaga sebagai kawasan heritage dan ikon Surabaya. Pembangunan gedung DPRD Surabaya dan masjid As Sakinah diharapkan juga bisa menopang historis dari kawasan Balai Pemuda. (*/rud)

(sb/vga/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia