Senin, 25 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Gresik
Penyelesaian Jembatan Sembayat Manyar

Jadi Ikon Baru, Diharapkan Mampu Urai Kemacetan

Senin, 29 Jan 2018 12:16 | editor : Aries Wahyudianto

Jembatan Sembayat terlihat kokoh berdiri diatas sungai Bengawan Solo yang dikelilingi tanaman penghijauan.

KOKOH : Jembatan Sembayat terlihat kokoh berdiri diatas sungai Bengawan Solo yang dikelilingi tanaman penghijauan. (Yudhi/Radar Gresik)

Proses pembangunan Jembatan Sembayat memang belum selesai. Namun, keberadaan jembatan baru tersebut telah menuai banyak pujian dari masyarakat.

JEMBATAN Sembayat baru banyak digunakan sebagai objek foto. Bentuknya yang mirip dengan Jembatan Suramadu, membuat jembatan penghubung Kecamatan Manyar dan Bungah tersebut menjadi icon baru di Kabupaten Gresik. “Iya, sekilas memang bentuknya mirip dengan Jembatan Suramadu. Bagus buat dijadikan objek foto, ujar Rudi, salah satu warga, kemarin.

Dia berharap, jembatan tersebut nantinya bisa dihias dengan berbagai lampu warna-warni agar bisa semakin cantik. “Ya kalau bisa memang seperti itu, jadi biar bisa lebih cantik lagi dilihat saat malam hari,” terang dia.

Ditambahkan, selain bisa menjadi icon baru, dirinya tetap berharap keberadaan jembatan ini bisa mengurai kemacetan. Sebab, perjalanan dari Manyar menuju Bungah memang cukup lama karena kemacetan yang sering terjadi. “Kalau itu harapan utamanya. Ngapain bangun jembatan baru kalau tidak bisa mengurangi kemacetan,” imbuhnya.

Sementara itu, proses pembangunan Jembatan Sembayat baru tersebut sudah mencapai 99,8 persen. Kontraktor pelaksana dari PT Brantas Abipraya saat ini tinggal menyelesaikan proses finishing saja. Staf Teknisi PT Brantas Abipraya Widyanto mengatakan untuk proses finishing akan selesai pada 5 Februari mendatang. Pekerja saat ini sedang melakukan pembongkaran bekisting. "Iya cetakan untuk beton itu dibongkar semua, tinggal finishing kok," terang dia.

Menurut dia, pembangunan Jembatan Sembayat ini memang sempat terjadi kemoloran. Sehingga, pihaknya mengajukan perpanjangan pembangunan selama 50 hari hingga Februari mendatang. “Untuk pembangunan saat ini masih tahap I. Jadi memang tidak selesai secara keseluruhan,” ujarnya.

 Sebagai catatan, pembangunan jembatan yang menghabiskan anggaran negara sebesar Rp 173,5 miliar itu dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama dimulai tahun 2015 hingga 2017 dan tahap kedua tahun 2018. (rof/ris)

(sb/rof/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia