Sabtu, 26 May 2018
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Sidoarjo

KUKU CANTIK TANPA ONIKOMIKOSIS

Senin, 12 Feb 2018 04:00 | editor : Lambertus Hurek

KUKU CANTIK TANPA ONIKOMIKOSIS

Oleh dr. Dyah Ayu Masita

RSI Siti Hajar Sidoarjo

Onikomikosis merupakan infeksi jamur pada kuku yang disebabkan oleh jamur dermatofita (tine aunguium), kapang non dermatofita dan ragi. Penyakit ini dapat terjadi pada matriks, nail bed, atau nail plate. 

Onikomikosis dapat mengakibatkan rasa nyeri, tidak nyaman dan tampilan kurang baik. Kejadian onikomikosis meningkat seiring bertambahnya usia, dikaitkan dengan menurunnya sirkulasi perifer, diabetes, trauma berulang pada kuku, pajanan lebih lama terhadap jamur, imunitas yang menurun, serta menurunnya kemampuan merawat kuku.

           

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Pemeriksaan penunjang utama, yaitu pemeriksaan mikroskopik dan kultur dapat menentukan spesies penyebab. Penentuan spesies bermanfaat untuk pemilihan jenis obat dan menilai prognosis. Pemeriksaan mikroskopik dilakukan dengan preparat KOH 20%. Sampel diambil dari kerokan jaringan dasar kuku yang terinfeksi.

PENGOBATAN

Pengobatan tergantung jenis klinis, jamur penyebab, jumlah kuku yang terinfeksi dan tingkat keparahan keterlibatan kuku. Pengobatan sistemik selalu diperlukan pada pengobatan subtipe OSP (Onikomikosis Subungual Proksimal) dan subtipe OSD (Onikomikosis Subungual Distal) yang melibatkan daerah lunula. OSPT (Onikomikosis Superfisial Putih) dan OSD (Onikomikosis Subungual Distal) yang terbatas pada distal kuku dapat diobati dengan agen topikal. Kombinasi pengobatan sistemik dan topical akan meningkatkan kesembuhan.

Pengobatan onikomikosis dengan antifungi topikal yang telah ada mengalami hambatan pada formulasi obat baik bentuk bubuk, krim, larutan dan gel karena dirancang untuk pengobatan mikosis superfisial (kulit) tanpa mempertimbangkan struktur anatomi kuku yang sangat sulit ditembus air. 

Pada onikomikosis organisme penyebab infeksi berada dibawah lempengan kuku, sehingga komponen aktif obat antifungi tidak dapat menjangkau organisme penyebab. Obat anti mikosis topikal yang baik haruslah memenuhi syarat:

- Melekat erat pada lempeng kuku.

- Pelepasan zat aktif obat dari pembawa baik.

- Penetrasi obat ke dalam lempengan kuku cepat dan optimal.

- Konsentrasi pada tempat infeksi mencapai kadar fungisida, risiko efek samping minimal.

- Pemakaian yang mudah dan jarang.

Obat topikal formulasi khusus dapat meningkatkan penetrasi obat kedalam kuku, yaitu Bifonazole-urea, Amorolfin dan Siklopiroksolamin. Obat sistemik generasi baru yang dapat digunakan untuk pengobatan onikomikosis adalah flukonazole, itrakonazole dan terbinafin.

Terapi Bedah

Pengangkatan kuku dengan tindakan bedah skapel dapat dipertimbangkan bila kelainan hanya 1-2 kuku, bila ada kontraindikasi terhadap obat sistemik dan pada keadaan patogen resisten terhadap obat. Tindakan bedah harus dikombinasi obat antijamur topikal atau sistemik. Sebagai alternatif lain adalah pengankatan (avulsi) kuku dengan bedah kimia menggunakan formulasi urea 20-40%. Umumnya bentuk salap dalam bebat oklusi pada lempeng kuku dapat melindungi kulit sekitar kuku.

Laser

Onikomikosis banyak terjadi pada pasien dengan beberapa penyakit sistemik lain yang sulit diberiobat anti jamur sistemik jangka  panjang. Terapi laser merupakan salah satu pilihan terapi. Terapi laser sejak tahun 2010 diteliti baik secara in vitro maupun in vivo. Food and Drug Administration (FDA) telah menyetujui beberapa jenis laser untuk onikomikosis, di antaranya: PinPointeTMFootLaserTM (PinPointe USA, Inc.), CuteraGenesisPlusTM (Cutera, Inc.), Q-ClearTM (Light Age, Inc.), CoolTouch VARIATM (CoolTouch, Inc.) dan JOULE ClearSenseTM (Sciton, Inc.).

PROGNOSIS

Pengobatan sistemik menghasilkan kesembuhan lebih baik. Itraconazole menghasilkan angka kesembuhan sekitar 63% dan terbinafine menghasilkan angka kesembuhan sekitar 76%. Dibandingkan dengan terapi topikal atau sistemik, laser mampu memberikan hasil yang lebih baik.

KESIMPULAN

Infeksi jamur pada kuku memiliki spektrum luas dengan empat subtipe. Diagnosis perlu dilakukan secara mikroskopis atau kultur sebelum pengobatan. Pengobatan disesuaikan dengan subtipe infeksi, spesies jamur, anatomi kuku yang terinfeksi dan lokasi (tangan atau kaki). Secara umum pengobatan sistemik lebih baik dibandingkan dengan pengobatan topikal. Laser dapat digunakan untuk tatalaksana onikomikosis. (*)

(sb/rek/rek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia