Senin, 25 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Bisnis Tour and Travel Makin Dibutuhkan

Senin, 12 Feb 2018 15:39 | editor : Abdul Rozack

BERKEMBANG: Warga mendapat informasi tentang berbagai promo dari biro perjalanan saat pameran tours and travel di atrium Tunjungan Plaza 6, Minggu (11

BERKEMBANG: Warga mendapat informasi tentang berbagai promo dari biro perjalanan saat pameran tours and travel di atrium Tunjungan Plaza 6, Minggu (11/2).   (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA – Peluang bisnis Tour and Travel di Surabaya semakin menggeliat. Banyaknya kebutuhan masyarakat akan jasa pariwisata membuat keberadaan Agent Tour and Travel dibutuhkan dan diminati.

Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) mengungkap saat ini ada 7000 perusahaan travel yang terdaftar di Indonesia pada 2016.  Kepala Dinas Pariwisata Surabaya Widodo Suryantoro menargetkan jumlah wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan manca (wisman) negara di 2018 mencapai 27 juta kunjungan.

Mengingat di 2016, jumlah wisnus dan wisman mencapai 19 juta kunjungan, dan meningkat di 2017 mencapai 24 juta lebih kunjungan. Tentu saja peningkatan tersebut merupakan dampak positif dari banyaknya perbaikan akses dan banyaknya obyek wisata baru.

“Maka potensi kebutuhan jasa Agent Tour and Travel untuk melayani wisata di Surabaya secara otomatis lebih banyak dibutuhkan,” kata Widodo Suryantoro.

Nanik Sutaningtyas, salah satu pengusaha Tour and Travel, menyebutkan peluang bisnis Tour and Travel di Indonesia khususnya JawaTimur dan Surabaya masih sangat prospektif, bukan hanya Agent Tour and Travel saja, tetapi bisnis industry pariwisata di Indonesia masih sangat bagus.

Sehingga pertumbuhan Agent Tour and Travel mengalami pertumbuhan yang signifikan dari tahun ketahun. Untuk menghadapi persaingan bisnis yang semakin berkembang, dibutuhkan strategi khusus yang harus dilakukan oleh agent tour and travel.

Perempuan yang menjabat sebagai Ketua Dewan Tata Krama (Depeta) Asita Jatim  ini menambahkan, persaingan antar Agent Tour and Travel harus secara sehat dengan mengunggulkan kreatifitas, inovatif, dan mampu mengikuti perkembangan di era digital.

Menurutnya, pengusaha dan pemerintah harus bergandengant angan membangun sinergi untuk kemajuan pariwisata. Selain itu, bisnis di bidangTour and Travel bersifat multifliyer effect, sehingga melibatkan banyak komponen seperti hotel, restosan, transportasi darat, laut dan udara, obyek wisata, dan restoran pun terlibat sehingga pengaruhnya besar dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

“Pariwisata akan menjadi keuntungan bagi Indonesia baik di tingkat lokal, nasional, dan itnernasional,” imbuhnya.

Hal penting lainnya yang harus diperhatikan Agent Tour and Travel adalah menjaga kepercayaan konsumen, sehingga service merupakan prioritas utama. Nanik juga memberikan tips memilih Agent Tour and Travel yaitu utamanya jangan hanya melihat harga yang murah, karena hal ini sering terjadi di customer untuk menjadi patokan.

“Karenna banyak orang menjadi korban penipuan karena tergiur harga murah,” pungkasnya. (cin/rud)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia